Polda Riau baru saja melakukan evaluasi mendalam terkait situasi keamanan di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir. Hasilnya? Bakal ada rotasi besar-besaran personel di sana. Langkah ini datang tak lama setelah Kapolsek setempat dan Kanit Reskrimnya dicopot dari jabatan mereka.
Pencopotan itu sendiri merupakan respons langsung atas aksi ricuh yang sempat menyita perhatian. Tampaknya, keputusan itu baru permulaan.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menjelaskan bahwa keputusan untuk merotasi banyak personel bukanlah hal yang instan. Prosesnya panjang, melibatkan penilaian dari Itwasda dan Propam, serta melalui rapat pengawasan dan pembinaan (Wanjak) yang cukup detail.
Intinya, ini adalah upaya korektif. Polda ingin menata ulang organisasi di level bawah, agar pelayanan di lapangan bisa lebih cepat tanggap dan optimal. Terutama dalam merespon dinamika yang terjadi di masyarakat.
Di sisi lain, Herry Heryawan mengaku bahwa keputusan ini juga bentuk respons terhadap keresahan warga Panipahan. Aspirasi masyarakat, katanya, didengar dengan serius.
Nah, pembenahan internal ini rupanya berjalan beriringan dengan langkah strategis lain: memerangi narkoba. Kapolda menyebut persoalan ini sebagai salah satu akar masalah di wilayah Panipahan.
Artikel Terkait
AS, Israel, dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung di Washington
SBY Tegaskan TNI Harus Netral dan Jauhi Politik Praktis
Wakil Ketua MPR Desak Perpusnas Hidupkan Koleksi Naskah Kuno untuk Dongkrak Literasi
AS dan Iran Berpeluang Gelar Perundingan di Islamabad Pekan Ini