"Pembangunan ini tidak menghilangkan fasilitas yang ada. Pelican crossing tetap berfungsi seperti biasa. JPO Sarinah akan menjadi opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik," ujarnya.
Harapannya, setelah direvitalisasi, JPO Sarinah tak cuma jadi tempat menyeberang biasa. Ia diharapkan bisa kembali merajut kenangan sebagai bagian dari identitas kota, sekaligus mendukung mobilitas pejalan kaki yang lebih manusiawi di jantung ibu kota.
Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung sendiri sudah mengisyaratkan soal kajian ulang untuk membangun kembali JPO Sarinah. Salah satu alasan utama yang disebut adalah untuk memenuhi kebutuhan para difabel.
"Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," kata Pramono usai meninjau sebuah puskesmas di Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
JPO Sarinah punya catatan panjang. Dibangun pertama kali di era Gubernur Ali Sadikin, jembatan ini sempat dibongkar pada masa kepemimpinan Anies Baswedan. Kini, ia bersiap untuk hadir kembali dengan wajah baru.
Artikel Terkait
Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka
Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender
Jenazah Terhalang Banjir, Petugas dan Warga Pikul Peti Lewat Genangan
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Gebrakan Pendidikan Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan