Kawasan Sarinah di Jakarta Pusat mungkin akan segera memiliki wajah baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya rencana untuk menghadirkan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sana. Yang menarik, jembatan ini nantinya bakal dirancang khusus agar ramah untuk para penyandang disabilitas. Intinya, akses bagi semua kalangan masyarakat jadi prioritas.
Rencana ini, tentu saja, disambut hangat oleh sejumlah warga. Tapi, di balik dukungan itu, ada harapan-harapan konkret yang mereka sampaikan. Mereka tak mau proyek ini cuma jadi wacana atau, lebih parah lagi, terbengkalai setelah jadi.
Amir, seorang pekerja berusia 57 tahun yang sehari-harinya berkeliaran di sekitar Sarinah, mengaku setuju dengan ide pembangunan JPO. Namun, syaratnya jelas: fasilitas pendukung harus benar-benar memadai.
"Kalau memang dibuat ramah disabilitas, ya bagus sekali," ujarnya saat ditemui Sabtu lalu.
"Harus ada lift atau eskalator jadi semua orang bisa pakai."
Namun begitu, Amir juga mengingatkan soal masa depan fasilitas itu nanti. Baginya, membangun itu satu hal, merawat adalah hal lain yang tak kalah penting. Ia khawatir JPO itu nantinya malah jadi mangkrak atau berubah fungsi.
"Jangan sampai nanti liftnya mati, atau malah jadi tempat orang buka lapak dan tunawisma," tegasnya dengan nada serius. "Harus dijaga, apalagi ini kan pusat kota."
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penipuan Kripto yang Libatkan Nama Timothy Ronald
Dini Hari di Kebon Jeruk, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja
Polres Bogor Gelar Nobar Suporter Persib-Persija, Rivalitas Diredam di Layar
Drone Misterius di Perbatasan Korea Picu Adu Klaim dan Cacian