Yang bikin serem, sinkhole seringkali muncul secara dramatis dan tiba-tiba. Bayangin aja, tanah di permukaan tampak normal-normal saja, padahal di bawahnya sudah kosong melompong karena batuan dasarnya larut terbawa air. Begitu atap rongga bawah tanah itu nggak kuat lagi menahan beban di atasnya, jeblok! Runtuh dalam sekejap.
Nggak Cuma Alam, Ulah Manusia Juga Bisa Picu
Di sisi lain, Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat, munculnya lubang runtuhan nggak melulu kesalahan alam. Faktor manusia punya andil besar. Eksploitasi air tanah yang berlebihan, pembangunan kota yang abai pada kondisi geologi, sampai perubahan iklim yang mengacaukan siklus air tanah, semua bisa mempercepat terjadinya bencana ini.
Secara umum, mekanisme terbentuknya ada dua jenis.
Pertama, solution sinkhole. Prosesnya pelan, bisa bertahun-tahun. Air yang agak asam melarutkan batu kapur sedikit demi sedikit, membentuk rongga bawah tanah yang makin lama makin besar.
Kedua, collapse sinkhole. Nah, yang ini yang bikin kaget. Terjadinya mendadak, ketika atap rongga yang sudah terbentu itu akhirnya kolaps dan ambruk ke bawah, menyisakan lubang menganga di permukaan. Seperti yang baru saja terjadi di Sumatera Barat.
Artikel Terkait
JPO Sarinah Bakal Dibangun Kembali, Gubernur Pastikan Penyeberangan Bawah Tetap Dibuka
Makanan Balita di Pandeglang Disajikan Pakai Kantong Kresek, Kader Posyandu Buka Suara
KPK Sita Emas dan Miliaran Rupiah dalam OTT Pejabat Pajak
KUHP Baru Diklaim Jadi Tameng Bagi Pengkritik Pemerintah