Henky kemudian menguraikan lebih jauh. Ia menyebut semangat gotong royong dan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat sebagai akar dari gerakan ini. Dari situlah, katanya, muncul inovasi dan ide-ide segar untuk menjawab tantangan yang ada.
Gerakan lewat Maskot Banteng ini disebutnya inklusif. Terbuka untuk siapa saja, tanpa peduli usia, profesi, atau latar belakang.
Di sisi lain, Prananda Prabowo sendiri tampak antusias. Ia bahkan berpose di depan dua maskot: si Banteng dan maskot MPP yang bernama Pagor, singkatan dari Pasar Gotong Royong.
Soal nama resmi si banteng, masih menjadi rahasia yang akan dibuka pada hari H.
Jadi, tinggal tunggu saja. Semua akan terungkap dalam pesta demokrasi partai besok.
Artikel Terkait
Polisi Banten Bantu Evakuasi Anak Kejang ke Rumah Sakit
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer