Henky kemudian menguraikan lebih jauh. Ia menyebut semangat gotong royong dan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat sebagai akar dari gerakan ini. Dari situlah, katanya, muncul inovasi dan ide-ide segar untuk menjawab tantangan yang ada.
Gerakan lewat Maskot Banteng ini disebutnya inklusif. Terbuka untuk siapa saja, tanpa peduli usia, profesi, atau latar belakang.
Di sisi lain, Prananda Prabowo sendiri tampak antusias. Ia bahkan berpose di depan dua maskot: si Banteng dan maskot MPP yang bernama Pagor, singkatan dari Pasar Gotong Royong.
Soal nama resmi si banteng, masih menjadi rahasia yang akan dibuka pada hari H.
Jadi, tinggal tunggu saja. Semua akan terungkap dalam pesta demokrasi partai besok.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra
Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam
Nenek Pencuri Baju di Tanah Abang Akhirnya Bayar Rp 1,2 Juta Setelah Mediasi
Ara Tegaskan Huntap Korban Bencana Harus Penuhi Tiga Syarat Krusial Ini