Video itu beredar cepat di linimasa. Memperlihatkan sebuah angkot melaju ugal-ugalan di jalanan Bogor, sebelum akhirnya menabrak seorang pengojek dari belakang. Alih-alih berhenti, si sopir malah kabur meninggalkan korban tergeletak.
Rekaman berdurasi pendek itu langsung memantik kemarahan warganet. Aksi tabrak lari itu terlihat jelas, dan yang membuat darah naik, sopir angkot itu seperti tak peduli sama sekali.
Iptu Susilo dari Satlantas Polresta Bogor Kota membenarkan pihaknya sedang menyelidiki. "Kami sedang telusuri," ujarnya, Jumat lalu.
Dari cuplikan video yang beredar, suasana malam itu mencekam. Angkot berwarna hijau itu melaju dengan kecepatan tinggi, jalannya tidak stabil, zig-zag. Setelah menabrak pemotor di depannya, kendaraan itu malah ngebut semakin kencang, menghilang ke arah Jalan Sudirman dan Sawojajar menuju Pasar Anyar.
Seorang saksi mata sempat membunyikan klakson panjang, mencoba mengingatkan. Tapi upaya itu sia-sia. Sopir angkot justru semakin memacu kendaraannya.
Di sisi lain, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, menyebut timnya telah bergerak. "(Unit) Lantas sudah saya minta untuk cek," katanya saat dihubungi terpisah.
Pencarian terhadap angkot dan sopirnya pun digencarkan. Polisi masih mendalami kebenaran video viral tersebut, sekaligus melacak pelaku.
Sementara dari pihak Dinas Perhubungan, responsnya datang. Kepala Dinas, Sujatmiko Juliarto, mengaku telah memantau kasus ini. "Tentu kami memonitor," katanya.
Menurutnya, tindakan ugal-ugalan seperti itu tak bisa dibenarkan. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu diklarifikasi. "Kita belum tahu persis apakah itu sopirnya sopir tembak atau sopir seperti apa," ujar Sujatmiko.
Ia menduga insiden malam hari itu punya latar belakang tertentu. "Apalagi itu malam hari, saya yakin itu sopirnya dalam kondisi yang tanda kutip, karena sebenarnya kan layanan juga sepi kalau malam itu ya."
Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti temuan polisi. Untuk sekarang, semua mata tertuju pada hasil penyelidikan. Masyarakat pun menunggu, apakah angkot hijau yang ugal-ugalan itu akhirnya bisa ditemukan.
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera