Suara sirene kembali memecah langit Kyiv. Ibu kota Ukraina itu, bersama wilayah pinggirannya, kembali jadi sasaran bombardir militer Rusia. Setidaknya tiga nyawa melayang dalam serangan terbaru ini. Tak lama setelahnya, angkatan udara Ukraina mengeluarkan peringatan rudal yang berlaku untuk seluruh negeri.
Kekacauan langsung terlihat di lokasi kejadian. Serangan itu memicu kobaran api dan menghancurkan bagian dari beberapa gedung apartemen. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, memberikan konfirmasi pilu.
Klitschko juga menyebut seorang petugas medis menjadi korban. Saat itu, sang petugas sedang merespons serangan drone di sebuah kompleks perumahan yang, tragisnya, terkena untuk kedua kalinya. Masih belum jelas apakah korban ini termasuk dalam hitungan sementara tiga orang tadi.
Suasana mencekam membuat otoritas setempat mengambil langkah cepat. Gubernur wilayah, Mykola Kalashnyk, mendesak warganya untuk tak keluar dari tempat perlindungan. “Tetaplah di dalam sampai sirene berhenti,” pesannya.
Artikel Terkait
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU
Pemerintah Arahkan Motor Listrik untuk Pasar Domestik, Motor BBM Digenjot Ekspor
Anggota DPR Ingatkan Ulang Ancaman Kolaps BPJS Kesehatan pada 2026