Tito Desak Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Aceh

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:48 WIB
Tito Desak Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Aceh

Rapat koordinasi di Aceh pada Sabtu (10/1) lalu berlangsung cukup intens. Di hadapan anggota DPR RI dan perwakilan pemerintah, Tito Karnavian yang memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana menyuarakan satu hal yang mendesak: butuh lebih banyak tenaga di lapangan.

Masalahnya sederhana tapi berat. Lumpur sisa banjir yang memenuhi gang-gang sempit, rumah warga, hingga toko-toko, harus segera dibersihkan. "Kondisinya masih sangat parah di beberapa titik," ujarnya. Menurut Tito, kekuatan yang ada sekarang belum cukup. Ia secara tegas meminta tambahan personel dalam bentuk BKO dari TNI dan Polri.

"Di daratan itu di gang-gang, rumah-rumah, toko, dan lain-lain, ini harus dibersihkan. Nah untuk itu, kekuatan yang ada menurut pendapat saya harus ditambah, tambahan BKO TNI dan Polri," tegas Tito dalam rapat tersebut.

Sebenarnya, permintaan serupa sudah pernah diajukan. Tito mengaku sudah berbicara langsung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hanya saja, waktu itu fokus Polri sedang tertuju pada pengamanan Natal dan Tahun Baru. Alhasil, permintaannya belum bisa dipenuhi.

Namun begitu, momennya dianggap sudah tepat sekarang. Nataru telah usai. Tito pun mendesak agar penambahan personel segera direalisasikan sebelum bulan Ramadan tiba. Pertimbangannya praktis: pekerjaan fisik berat seperti membersihkan lumpur akan sangat menyulitkan jika dilakukan saat puasa.

"Nah sekarang Nataru udah selesai. Mumpung sebelum Ramadan. Sebelum Ramadan, kalau Ramadan capek nanti kerja. Fisik ini kerjanya, fisik ini. Jadi harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini," ungkapnya.

Lalu, berapa banyak tambahan yang dibutuhkan? Untuk Polri, Tito meminta sekitar lima ribu personel. Sementara dari pihak TNI, permintaannya lebih besar: sepuluh ribu personel. Angka yang tidak sedikit, tapi dianggap perlu untuk mempercepat pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak bencana.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar