Esok harinya, delapan dari sepuluh orang itu sudah dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan mendalam. Dua nama yang langsung mencuat adalah Ade Kuswara sendiri dan sang ayah, HM Kunang.
Tak cuma menahan orang, pada hari yang sama KPK juga berhasil menyita uang tunai ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, uang itu terkait praktik suap mengeruk proyek-proyek di Bekasi.
Status pun kian jelas. Pada 20 Desember, KPK resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Ade Kuswara Kunang (ADK), ayahnya HM Kunang (HMK) yang juga menjabat Kepala Desa Sukadami, serta seorang pihak swasta bernama Sarjan (SRJ).
Dari sisi peran, Ade Kuswara dan HM Kunang diduga sebagai penerima suap. Sementara Sarjan, menurut KPK, berperan sebagai pemberi.
Artikel Terkait
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti