Ulat Ditemukan di Makanan Gratis Bangkalan, SPPG: Jenis Ini Bisa Dimakan

- Sabtu, 01 November 2025 | 13:25 WIB
Ulat Ditemukan di Makanan Gratis Bangkalan, SPPG: Jenis Ini Bisa Dimakan

Ulat Ditemukan di Menu Makan Bergizi Gratis Bangkalan, SPPG Klaim Bisa Dikonsumsi

Kejadian heboh muncul setelah ditemukannya ulat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Insiden ini memicu keresahan di kalangan orang tua dan masyarakat.

Jenis Ulat dan Penjelasan Resmi SPPG

Kepala SPPG Gili Timur, Diandra Dieva Pertiwi, mengonfirmasi temuan tersebut. Diandra menyatakan bahwa pihaknya melakukan kelalaian dalam proses penyajian makanan. Ia mengidentifikasi ulat yang ditemukan sebagai jenis Samia Cynthia Ricini.

Menurut penjelasannya, ulat ini secara ilmiah dapat dikonsumsi dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Diduga, ulat tersebut berasal dari daun singkong yang menjadi salah satu bahan menu hari itu.

Proses Pengolahan dan Komitmen Perbaikan

Diandra menegaskan bahwa standar pengolahan daun singkong di dapur mereka sudah ditetapkan. Prosesnya mencakup pencucian hingga perebusan dalam suhu tinggi yang dilakukan dua kali untuk memastikan kebersihan dan keamanan pangan.

“Meskipun jenis ulat ini bisa dimakan dan bernutrisi, kejadian ini tentu tidak seharusnya terjadi,” ujarnya seperti dikutip pada Jumat (31/10/2025). Sebagai langkah antisipasi, SPPG berencana untuk menghindari penggunaan daun singkong dalam menu mereka ke depan.

Konfirmasi dari Sekolah dan Viral di Media Sosial

Kepala SMAN 1 Kamal, Moh Zairi, membenarkan insiden ini. Dua ekor ulat ditemukan di dalam porsi makanan seorang siswa yang belum sempat disantap.

Foto ulat dalam makanan MBG tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang menyoroti kejadian ini, dengan beberapa komentar bernada sarkastik mempertanyakan kualitas kontrol program tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan yang berkaitan dengan kualitas Makan Bergizi Gratis di wilayah Bangkalan, menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat dalam program bantuan sosial.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar