Namun begitu, langkah itu jelas tidak akan berjalan mulus. Reaksi cepat datang dari sekutu-sekutu AS sendiri di NATO.
Enam negara anggota aliansi tersebut Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris langsung bersatu dengan Denmark. Mereka secara tegas menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati, menyusul kembali mencuatnya pernyataan Trump.
Dalam pernyataan bersama yang dilansir Anadolu Agency, mereka menekankan pentingnya menghormati "kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan" Greenland. Wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark itu bukanlah komoditas yang bisa diperjualbelikan. Bagi Eropa, keamanan di kawasan Arktik tetap jadi prioritas utama, dan stabilitasnya jelas tidak boleh diganggu gugat.
Jadi, situasinya kini mengeras. Di satu sisi, Gedung Putih masih mempertimbangkan langkah-langkah ekstrem. Di sisi lain, sekutu terdekat justru membentuk barisan untuk menolaknya. Greenland, dengan lapisan esnya yang luas dan posisi strategisnya, sekali lagi menjadi pusat badai diplomasi yang memanas.
Artikel Terkait
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 1.742 Hektare di Sulawesi Utara