Kasus ini sebenarnya sudah terendus sejak Oktober tahun lalu. Menurut penjelasan Mayndra, mereka bahkan memiliki rekaman video yang cukup mencemaskan. Dalam video itu, terlihat si anak sedang memeragakan penggunaan senjata api, lengkap dengan simulasi penembakan di sekolah.
"Jadi itu adalah adegan dari salah satu anak yang ada di Jawa Tengah," jelasnya lebih lanjut. "Yang bersangkutan sebelum memulai aksi melakukan simulasi dulu untuk gambaran ya ketika melakukan aksi, yang bersangkutan bisa merencanakan."
Rupanya, ambisi anak itu tak main-main. Dia berniat jadi pelopor aksi kekerasan atas nama sebuah komunitas yang disebut true crime community atau TCC. Menyadari bahaya yang bisa timbul, Densus pun segera turun tangan melakukan intervensi. Tujuannya jelas: mencegah rencana buruk itu sebelum benar-benar terjadi.
Artikel Terkait
Polisi Cakung Tangkap Pelaku Pembacokan di Kampung Pedaengan dalam Kurang dari Dua Jam
Presiden Prabowo Segera Lantik Hakim MK Baru Pekan Ini
Rey Malawat Bantah Semua Tuduhan Istri dalam Kasus Pernikahan Sesama Jenis
TOBA Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar untuk Modal Kerja di Tengah Transformasi