"Dilakukan untuk memperkuat persepsi antara Presiden dan para menteri serta wamennya. Soal kebijakan yang sedang atau akan dijalankan, jadi bisa dievaluasi secara berkala," sambungnya.
Ujang juga menekankan bahwa pertemuan semacam ini bukan cuma soal kebijakan. Ada hal lain yang, menurutnya, tak kalah krusial: soliditas. Dengan komunikasi yang intens, katanya, kebijakan utama Presiden bisa dijalankan dengan lebih sejalan dan seragam oleh seluruh jajaran.
Lalu, seberapa sering retret seperti ini sebaiknya diadakan? Ujang percaya itu sepenuhnya wewenang Presiden. "Saya kira Presiden lebih tahu kapan waktunya. Beliaulah yang bisa melihat situasi internal pemerintahan. Bisa saja setahun sekali, atau kapan pun dirasa perlu," pungkasnya.
Retret kali ini sendiri berlangsung cukup intens. Suasana di Hambalang terlihat fokus, mengisyaratkan agenda pemerintahan yang padat untuk tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api