Bantuan untuk Agam: Fokus pada Fase Pemulihan
Kabupaten Agam perlahan bangkit. Di tengah upaya pemulihan pasca bencana alam itu, Eddy Soeparno turun langsung menyalurkan bantuan. Sebagai Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum PAN, kedatangannya bukan sekadar seremonial. Bantuan yang dibawa pun dirancang khusus untuk kondisi saat ini: paket sembako berisi beras, sarden, minyak goreng, hingga kompor untuk mendukung dapur umum warga.
Kolaborasi jadi kunci. Dalam aksi ini, Eddy bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumbar dan relawan-relawan Muhammadiyah setempat di Agam. Sinergi seperti inilah, katanya, yang perlu terus dijaga.
"Semoga kolaborasi pemerintah, masyarakat sipil, ormas, bahkan netizen dalam menanggulangi bencana ini terus dilakukan. Fokus kita adalah sebesar-besarnya membantu warga dan saling menguatkan,"
Demikian disampaikan Eddy melalui keterangan tertulisnya, Jumat lalu. Menurutnya, Agam kini sudah masuk fase yang berbeda. Bukan lagi tanggap darurat, melainkan masa pemulihan aktivitas harian dan penguatan ketahanan pangan.
Nah, justru di sinilah perannya kali ini. "Saya hadir pada fase pemulihan agar bantuan yang disalurkan benar-benar relevan," ujarnya. Ia menegaskan, fase awal bencana sudah ditangani dengan baik oleh pemerintah daerah dan relawan di lapangan. Prioritas waktu itu adalah penyelamatan nyawa.
Namun begitu, fase selanjutnya tak kalah kritis. Seringkali luput dari sorotan, padahal dampaknya sangat menentukan. Kecepatan dan kualitas kebangkitan masyarakat pasca bencana sangat bergantung pada masa-masa ini.
"Kami apresiasi komitmen Presiden Prabowo yang konsisten meneruskan cepat tanggap dalam fase pemulihan ini. Tujuannya jelas: mencegah luka sosial dan ekonomi yang berkepanjangan,"
jelas Eddy lebih lanjut.
Pengalaman masa lalu ikut membentuk pendekatannya. Eddy mengaku belajar dari keterlibatannya dalam pemulihan gempa Cianjur. Fase pemulihan, baginya, butuh perhatian holistik. Bukan sekadar bantuan material, tetapi juga menyentuh semangat warga untuk bangkit kembali.
Itulah yang coba diwujudkannya di Agam. Bantuan kompor dan sembako mungkin terlihat sederhana. Tapi di dapur umum yang tetap mengepul, ada harapan bahwa kehidupan normal perlahan akan kembali.
Artikel Terkait
Waspada Kanker Usus pada Wanita Muda, Kenali Gejala Awal yang Sering Terabaikan
Benelli Luncurkan Keeway Road Falcon di Jakarta Fair 2026, Motor Cruiser 250 cc dengan Speaker Bawaan
Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Khamenei Ditunda Hingga Akhir Juni Demi Hormati Bulan Muharram
Kepadatan Arus Lalu Lintas Pagi Ini di Jakarta Dipicu Antrean Kontainer dan Kecelakaan Beruntun