Asap tebal membubung dari sebuah rumah di kawasan Tugu, Cimanggis, Depok, Selasa malam lalu. Penyebabnya? Sebuah ponsel yang ditinggal mengisi daya. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi sekitar pukul tujuh lebih itu.
Menurut keterangan petugas, semuanya berawal ketika pemilik rumah pergi sebentar. Saat itu, ponselnya masih tertancap di stopkontak. Tanpa disadari, bahaya sedang mengintai.
Kabid Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, menjelaskan kronologinya dengan singkat.
"Nge-charge hp, ditinggal," ujarnya.
Begitu si pemilik kembali, keadaan sudah berubah total. Api ternyata sudah menjalar dan sulit dikendalikan. Ia sempat berupaya memadamkannya sendiri, namun sia-sia. Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah menyelamatkan diri.
"Pas masuk api sudah besar. Korban berusaha memadamkan api, tetapi tidak bisa. Akhirnya loncat menceburkan diri ke sungai belakang rumah," tutur Tessy.
Akibatnya cukup parah. Rumah yang berisi dua kontrakan itu habis dilalap si jago merah. Satu orang laki-laki menjadi korban luka-luka.
Untuk mengatasi kobaran api, petugas mengerahkan sumber daya yang cukup besar. Tidak tanggung-tanggung, 6 unit armada dan 18 personel dikerahkan ke lokasi. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 20.50 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kejadian ini kembali mengingatkan kita. Perangkat elektronik yang ditinggal saat mengisi daya, meski terlihat sepele, bisa memicu malapetaka. Kecerobohan kecil, konsekuensinya bisa sangat besar.
Artikel Terkait
U.S. Commercial Service Buka Pendaftaran Kompetisi Pitching untuk Startup Indonesia ke Pasar AS
Iran Ancam Balas Setiap Serangan AS, Bahkan yang Terbatas
Satgas Jateng Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Jelang Idul Fitri
Analis: Kebijakan AS dan Ambisi Israel Perbesar Potensi Konflik Langsung dengan Iran