Purwanto lalu meminta ketiga prajurit itu untuk mundur ke belakang. Alasannya, posisi mereka menghalangi pandangan pengunjung sidang lain dan juga mengganggu kamera yang merekam proses persidangan.
Permintaan hakim langsung dituruti. Ketiga prajurit itu kemudian berpindah ke belakang barisan pengunjung. Barulah setelah itu sidang dipersilakan untuk melanjutkan pembacaan eksepsi.
Kejadian ini tentu menimbulkan keingintahuan. Apa sebenarnya tujuan kehadiran mereka? Jaksa penuntut umum kemudian memberikan penjelasan terkait hal tersebut, meski detailnya tak diungkap sepenuhnya di ruang sidang. Yang jelas, suasana sidang kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan CDM ini jadi makin menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dapur Gizi Bermasalah dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Layanan SIM Keliling Kembali Beroperasi di Jakarta, Cek Jadwal dan Syaratnya
PM Spanyol Kecam Netanyahu, Tuduh Rendahkan Nyawa dan Hukum Internasional