Trump tampaknya menangkap celah dalam narasi itu. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa kebenaran tuduhan Rusia masih gelap. "Tidak ada yang tahu pada saat itu," katanya, meragukan seluruh klaim yang beredar.
Semua ini terjadi di tengah momen diplomatik yang cukup panas. Upaya mengakhiri perang yang sudah berlarut-larut sedang digenjot. Menariknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru saja terbang ke Florida untuk bertemu langsung dengan Trump. Pertemuan itu jelas menyisakan banyak tanya.
Di sisi lain, pejabat Rusia terus menyuarakan kritik. Mereka menilai Ukraina tidak serius dalam jalur diplomasi. Sementara itu, Kyiv dan sekutu-sekutu Eropanya bersikukuh membantah. Bagi mereka, serangan terhadap kediaman Putin itu sama sekali tidak pernah terjadi.
Jadi, ada dua versi yang saling bertolak belakang. Satu dari Moskow dengan video dan tuduhan. Satunya lagi dari Kyiv dengan bantahan dan dukungan sekutu. Dan di tengahnya, Donald Trump dengan skeptisismenya yang khas.
Artikel Terkait
Trump Kembali Panaskan Greenland, Opsi Militer Dikaji Serius
KPAI Soroti 70 Anak Korban Paparan Ideologi Kekerasan di Komunitas True Crime
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro