Wall Street Berbelah Arah: Tekanan Trump Ancam Sektor Keuangan, Saham AI Tetap Melaju

- Kamis, 08 Januari 2026 | 06:36 WIB
Wall Street Berbelah Arah: Tekanan Trump Ancam Sektor Keuangan, Saham AI Tetap Melaju

Pasar saham Wall Street menutup sesi Rabu (7/1) dengan arah yang berbeda-beda. Di satu sisi, tekanan datang dari sektor keuangan yang lesu. Namun di sisi lain, sentimen positif justru datang dari raksasa teknologi dan AI, yang berhasil mengerek indeks Nasdaq ke zona hijau.

Indeks S&P 500 akhirnya melemah 0,34 persen ke level 6.920,93 poin. Sementara itu, Dow Jones terpangkas cukup dalam, turun 0,94 persen. Nasdaq, berkat dukungan saham-saham teknologi, bertahan dengan kenaikan tipis 0,16 persen.

Pemicu utama pelemahan hari ini adalah pernyataan keras Presiden Donald Trump. Dia mengancam akan melarang pembelian rumah keluarga tunggal oleh korporasi, sebuah langkah yang ditujukan untuk meredam harga properti. Ancaman ini langsung mengguncang pasar. Saham perusahaan akuisisi perumahan seperti Blackstone dan Apollo Global anjlok lebih dari 5 persen. American Homes 4 Rent juga ikut terpuruk. Menariknya, platform real estat Zillow justru merespons positif, naik lebih dari 2 persen.

Sejumlah nama besar lainnya ikut terseret. Saham JPMorgan Chase merosot 2,3 persen setelah peringkatnya diturunkan oleh Wolfe Research. Di sektor pertahanan, Northrop Grumman dan Lockheed Martin juga terpukul. Trump dikabarkan tak akan mengizinkan dividen atau buyback bagi perusahaan pertahanan sebelum mereka memperbaiki masalah produksi alutsista.

Tapi ceritanya berbeda di kubu teknologi.

Investor ternyata belum kapok dengan saham AI. Nvidia dan Microsoft masing-masing naik sekitar 1 persen. Alphabet bahkan melonjak lebih dari 2 persen. Kekhawatiran bahwa saham-saham ini sudah terlalu mahal sepertinya diabaikan. Minat itu makin nyata dengan kabar bahwa Anthropic, sang pembuat chatbot Claude, berencana menggalang dana miliaran dolar. Jika berhasil, valuasinya bisa mencapai USD 350 miliar angka yang mengerdilkan banyak perusahaan mapan.

“Para investor memasuki tahun 2026 dengan strategi yang mirip dengan tahun lalu, beli saham teknologi dan lupakan saja,” ujar Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.


Halaman:

Komentar