MURIANETWORK.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pada Selasa (24/2/2026) guna membahas dua isu yang tengah mendapat sorotan publik: penataan trotoar dan keberadaan lapangan padel di permukiman warga. Rapat yang akan melibatkan seluruh dinas terkait ini digelar untuk mengevaluasi dan mencari solusi atas berbagai keluhan yang muncul dari masyarakat.
Rapat Khusus untuk Dua Isu Strategis
Pertemuan esok hari itu direncanakan menjadi forum untuk mendengarkan laporan dan analisis mendalam dari jajaran pemerintah daerah. Pramono menegaskan, langkah awal yang akan diambil adalah menyimak penjelasan teknis dari para pihak yang bertanggung jawab sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
"Kebetulan besok kita akan rapat khusus tentang trotoarnya. Saya ingin dengarkan lebih dahulu dari dinas terkait. Termasuk tentang padel besok dirapatkan," tuturnya saat ditemui di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).
Trotoar sebagai Hak Pejalan Kaki
Persoalan trotoar, menurut Gubernur, masuk dalam agenda prioritas karena menyangkut hak dasar warga sebagai pejalan kaki dan keteraturan wajah ibu kota. Evaluasi menyeluruh akan difokuskan untuk memastikan ruang bagi pejalan kaki itu berfungsi optimal, aman, dan tidak terganggu oleh berbagai kepentingan lain. Penataan ini dianggap sebagai bagian dari komitmen untuk membangun kota yang lebih manusiawi.
Mengkaji Ulang Keberadaan Lapangan Padel
Sementara itu, maraknya pembangunan lapangan padel di sejumlah lokasi permukiman juga akan dibedah tuntas. Pemerintah provinsi berencana mengkaji ulang aspek-aspek krusial, mulai dari dasar perizinan, kesesuaian dengan rencana tata ruang, hingga dampak operasionalnya terhadap ketenangan lingkungan sekitar. Keluhan warga terkait kebisingan dan kepadatan menjadi pertimbangan utama dalam kajian ini.
Dari balik meja rapat nanti, diharapkan akan lahir kebijakan yang matang dan tepat sasaran. Pramono menekankan bahwa setiap keputusan harus lahir dari pembahasan yang komprehensif dan mempertimbangkan semua sudut pandang.
"Nanti kita dengarkan semuanya, baru kita putuskan langkah yang paling tepat," tegas Pramono.
Dengan pendekatan yang hati-hati dan melibatkan pemangku kepentingan ini, Pemprov DKI berupaya menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan perkotaan yang langsung bersentuhan dengan kenyamanan hidup warganya. Hasil rapat tersebut dinantikan dapat memberikan kejelasan dan arah penyelesaian bagi kedua isu tersebut.
Artikel Terkait
Lansia Korban Kebakaran Tambora Tetap Jalani Cuci Darah Berkat Layanan Jemput Bola Puskesmas
Kemlu Fasilitasi Pemulangan Enam Relawan Indonesia dari Misi Kemanusiaan ke Gaza yang Terhenti di Libya
Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia di Atas HET Domestik demi Untungkan Petani
Pembongkaran Lajur Amblas di Lenteng Agung Dimulai, Pemasangan Box Culvert Ditargetkan Rampung Tiga Hari