Kisah Pilu di Langkawi: Balita Rusia Tewas Usai Disengat Ubur-ubur

- Jumat, 21 November 2025 | 10:55 WIB
Kisah Pilu di Langkawi: Balita Rusia Tewas Usai Disengat Ubur-ubur
Artikel Rewrite

Sebuah tragedi menyedihkan menimpa sebuah keluarga wisatawan asal Rusia di Malaysia. Seorang balita berusia dua tahun, Vladimir Lakubanets, meninggal dunia setelah tersengat ubur-ubur saat berlibur di pantai Cenang, Pulau Langkawi. Peristiwa yang terjadi pada 15 November itu berakhir pilu lima hari kemudian, tepatnya pada Rabu (19/11), setelah sang anak mengalami komplikasi serius selama perawatan di Rumah Sakit Sultanah Bahiyah di Kedah.

Menurut sejumlah saksi dan laporan media setempat, insidennya terjadi cepat sekali. Sang ayah, Nikita Lakubanets yang berprofesi sebagai IT engineer, bercerita bahwa putranya tersengat di perairan yang dangkal. “Istri saya menyerahkan anak saya kepada saya dan dalam hitungan detik, dia berhenti bernapas,” kenangnya.

Dia tak kehilangan akal. “Saya melakukan CPR secepat mungkin, dan para turis lainnya membantu membawa kami ke pusat penyelamatan pantai,” tambah Nikita, seperti dikutip The Star. Situasi di pantai saat itu pasti sangat mencekam.

Tim pertolongan pertama di lokasi langsung bertindak. Mereka mencuci luka sengatan si balita dengan cuka, sebuah penanganan standar untuk sengatan ubur-ubur. Dari sana, korban sempat dibawa ke klinik sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Langkawi. Namun begitu, kondisinya mengharuskan dia dipindahkan lagi ke rumah sakit yang lebih besar di daratan utama Malaysia.

Di sisi lain, otoritas Malaysia menyikapi insiden ini dengan menyatakan bahwa keberadaan ubur-ubur di perairan Langkawi sebenarnya dalam tingkat yang moderat. Meski demikian, kasus ini tentu saja memicu kekhawatiran, terutama di kalangan wisatawan.

Yang cukup mengejutkan, keluarga korban memilih untuk tidak menempuh jalur hukum. Melalui laporan New Straits Times, disebutkan bahwa orang tua Vladimir tidak berencana mengambil tindakan hukum apa pun. Mereka justru berharap musibah yang menimpa putra mereka bisa menjadi pengingat bagi semua orang tentang bahaya yang bisa ditimbulkan oleh ubur-ubur kubus. Sebuah pelajaran yang mahal harganya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar