Polres Metro Jakarta Barat masih mendalami kasus pencurian laptop senilai Rp31 juta yang terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi tersebut dilakukan dengan modus berpura-pura menanyakan alamat kepada penghuni kos.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat, George Ruben, mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin, 11 Mei, sekitar pukul 08.00 WIB. Terduga pelaku berinisial A disebut telah merencanakan aksinya dengan matang, termasuk melakukan pemetaan lokasi terlebih dahulu.
“Pelaku ini sebelumnya datang ke lokasi kos dengan modus menanyakan alamat. Setelah itu dia kembali lagi satu atau dua hari kemudian untuk melihat situasi rumah,” kata George kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Setelah memastikan rumah kos dalam keadaan sepi dan ditinggalkan penghuninya, pelaku langsung menyusup masuk dan menggasak barang berharga milik korban. George menjelaskan bahwa pelaku terlebih dahulu menggambar situasi sekitar sebelum bertindak.
“Dia menggambar situasi dulu. Kalau dilihat sepi, baru masuk untuk mengambil barang-barang di dalam kos itu,” ujarnya.
Dari hasil pendalaman sementara, pelaku A mengaku telah dua kali melakukan aksi serupa dengan modus yang sama. Sebelum mencuri laptop MacBook, ia sempat menggondol sebuah telepon seluler yang kemudian dijual untuk melunasi utang.
Pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi keterlibatan pelaku dengan jaringan narkoba maupun aktivitas judi online. “Untuk sementara sepertinya belum ada (indikasi narkoba atau judi online),” pungkas George.
Laptop mewah senilai puluhan juta rupiah tersebut ternyata dijual oleh pelaku dengan harga yang sangat murah, yakni hanya Rp2 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil penjualan itu digunakan untuk mencicil utang pribadi pelaku yang mencapai Rp150 juta.
“Menurut pengakuannya, laptop dijual hanya Rp2 juta. Uang hasil penjualan itu dipakai pelaku untuk menutup utang pribadinya yang mencapai Rp150 juta,” ungkap George.
George menambahkan bahwa utang ratusan juta tersebut menumpuk akibat kerugian dari usaha penjualan nasi kebuli yang dijalankan oleh pelaku. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain atau jaringan kejahatan yang lebih luas.
Artikel Terkait
Waisak Bersejarah: Perayaan Pertama Kali Digelar di Bundaran HI, Jakarta
Anak Aniaya Ayah Pakai Parang gegara Uang Judi Online Ditolak, Polisi Ringkus Pelaku saat Tertidur
Iran Bantah Ada Negosiasi Nuklir dengan AS, Fokus Akhiri Perang di Timur Tengah
BPIP Pastikan Tak Ada Diskriminasi dalam Seleksi Paskibraka Nasional 2026