Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi keluarga korban kecelakaan maut di Pantura Indramayu yang menewaskan 12 orang, Selasa (14/7). Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan duka secara langsung.
Dedi yang mengenakan setelan khas dengan ikat kepala putih tiba di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu sekitar pukul 17.00 WIB. Desa itu menjadi tempat tinggal para korban yang tewas dalam tragedi nahas tersebut.
Kedatangannya disambut antusias warga, baik saat ia hendak menyambangi rumah duka maupun ketika akan bertolak pulang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan duka Rp25 juta untuk setiap korban meninggal.
Ibu Warsem, perwakilan keluarga yang kehilangan dua anggota keluarganya, mengucapkan terima kasih. "Ya merasa terbantu, terus meringankan keluarga korban. Banyak-banyak terima kasih kepada Pak Dedi saya ucapkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, dana santunan akan digunakan untuk pengurusan jenazah dan doa bersama. "Ya buat ini, buat acara selamatan, buat acara. Intinya buat acara selamatan sampai habis selamatan," tambahnya.
Evaluasi Kelaikan Transportasi
Sebelum berkunjung, Dedi telah menyampaikan duka cita melalui Instagram pribadinya. Selain menjanjikan bantuan, ia memberikan catatan keras terkait kelaikan transportasi di jalan raya agar peristiwa serupa tidak terulang.
"Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Peringatan ke depan kita harus lebih berhati-hati dan tidak menggunakan mobil pikap untuk angkutan orang, karena itu peruntukannya untuk angkutan barang," ujar Dedi, Senin (13/7/2026).
Ia juga menegaskan pengawasan terhadap armada truk harus diperketat, terutama dalam uji kelayakan kendaraan (KIR). "Dan truk-truk harus betul-betul memiliki KIR yang memadai, di-KIR-nya secara administratif dan secara teknis. Bukan hanya di-KIR administrasinya saja, tapi teknisnya tidak dilakukan," tegasnya.
Kecelakaan beruntun yang memicu duka mendalam ini terjadi pada Minggu (12/7). Insiden tragis tersebut melibatkan tiga kendaraan: mobil pikap Daihatsu Gran Max, truk Hino Box, dan Mitsubishi loss bak. Mobil pikap yang mengangkut rombongan pengantin dihantam truk, mengakibatkan 12 orang meninggal dan 6 lainnya luka-luka.
Artikel Terkait
Ibu Remaja di Bogor Adukan Dugaan Penganiayaan ke Dedi Mulyadi
Tukang Cukur Nyaris Menangkan Sayembara Dedi Mulyadi Rp250 Juta, Taufik Hidayat Sempat Minta Dicukur
Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
Dedi Mulyadi Turun Tangan Tangani Siswi Korban Pelecehan yang Dikeluarkan Sekolah di Karawang