Tukang Cukur Nyaris Menangkan Sayembara Dedi Mulyadi Rp250 Juta, Taufik Hidayat Sempat Minta Dicukur

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:00 WIB
Tukang Cukur Nyaris Menangkan Sayembara Dedi Mulyadi Rp250 Juta, Taufik Hidayat Sempat Minta Dicukur

Seorang tukang cukur di Cimahi, Bandung, nyaris memenangkan sayembara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menjanjikan hadiah Rp250 juta bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap pacarnya sendiri. Namun, sehari setelah sayembara diumumkan, Taufik sudah keburu ditangkap Polda Jabar pada Selasa (23/6/2026).

Taufik Hidayat (30) sebelumnya menjadi buronan setelah aksinya menyekap dan menganiaya YTR selama tiga tahun terungkap ke publik. Dedi Mulyadi, yang geram dengan kasus tersebut, mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta dari uang pribadinya bagi warga yang bisa membantu aparat menemukan Taufik.

"Saya memberikan ruang bagi warga di mana pun berada untuk berpartisipasi mencarinya. Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat, atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta," ujar Dedi dalam pernyataannya, Jumat (3/7/2026).

Opa, tukang cukur asal Tasikmalaya yang kini membuka usaha di Cimindi, Cimahi, menjadi saksi yang hampir saja mengantongi hadiah tersebut. Ia menceritakan bahwa Taufik sempat datang ke tempat pangkas rambutnya pada suatu malam, setelah Maghrib atau sekitar pukul 18.30 WIB.

"(Taufik) pakai sweater persis yang ditangkap itu. Dia bawa motor, pake (masker)," kata Opa dalam wawancara di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (2/7/2026).

Opa mengaku curiga melihat gelagat Taufik yang gelisah. Saat ada pelanggan lain yang antre, Taufik tampak ketakutan dan mengeluh mules. "Gelisah pak, karena ada pelanggan mau potong, antre, dia gelisah. Katanya (Taufik) 'aduh mules, mules', pegang perut. Tangannya ke rambut, nutup wajah," imbuh Opa.

Bahkan, Opa sempat berdebat dengan Taufik soal model potongan rambut. Ia menyarankan cukur cepak karena ada pitak di kepala Taufik. "Kata saya udah dihabisin. Udah sama saya dinol in (dicukur habis), katanya (Taufik) 'kok ini kayak Ronaldowati?'. Kata saya ini harus ngejar yang ini yang pitak biar enggak kelihatan, botakin aja. Kata (Taufik) 'jangan, cepak dulu aja'," ungkap Opa.

Setelah Taufik pergi, Opa mulai kepikiran. Ia merasa wajah pelanggan terakhirnya itu familiar. "Dalam hati pas lagi motong, ini orang kayak familiar, lihat di mana. Saya kan lihat yang DPO itu yang foto mukanya ganteng yang pertama, bukan yang asli (foto editan). Pas malam saya pulang, di rest area saya lihat lagi (medsos) 'oh benar ini orang yang potong rambut sama saya'," pungkas Opa.

"Oh jadi akang tahu dia namanya Taufik setelah dia pergi, akang mencoba mengingat kemudian melihat HP," tanya Dedi Mulyadi. "Iya, dizoom, oh benar ini, saya lihat kan di alisnya ada codetnya, oh benar ini orang," jawab Opa.

Andai saja Opa tahu soal sayembara lebih awal, ia mengaku akan segera melapor ke polisi. "Saya tahunya dari istri 'pah, ini pak Dedi sayembara, bapak kemarin nyukur si Taufik kok enggak ditangkap? kalau ditangkap dapat (uang)'," tandas Opa.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags