Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara

- Kamis, 08 Januari 2026 | 06:25 WIB
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara

Hari kesembilan pencarian untuk Syafiq Ridhan Ali Razan di Gunung Slamet masih belum membuahkan hasil. Suasana harap-harap cemas terus menyelimuti basecamp di jalur Dipajaya, Pemalang. Pendaki muda asal Magelang itu hilang sejak Minggu malam, 28 Desember 2025, setelah berangkat mendaki sehari sebelumnya bersama seorang rekannya.

Mereka berdua, Ali dan Himawan Choidar Bahran, awalnya hanya merencanakan pendakian tektok naik turun tanpa menginap. Rencana sederhana itu ternyata berakhir buruk. Hingga batas waktu yang disepakati, keduanya tak kunjung kembali. Pengelola basecamp lah yang pertama kali curiga dan memulai pengecekan.

Kabarnya, pencarian kemudian menemukan titik terang. Tapi hanya untuk satu orang.

Pada Senin pagi, 29 Desember, Himawan akhirnya ditemukan tim basecamp. Lokasinya di sekitar Pos 9, cuma seratus meter dari puncak Slamet. Kondisinya lemas, kakinya cedera. Setelah dievakuasi dan mendapat perawatan, Himawan memberi keterangan penting. Katanya, Ali lah yang turun lebih dulu untuk mencari pertolongan.

Sejak saat itu, jejak Ali seperti menguap.

Di sisi lain, ada sosok yang tak bisa tinggal diam: Dhani Rusman, ayah Ali. Dengan izin khusus Basarnas, pria ini nekat turun langsung ke medan pencarian. Cuma bermodal tongkat dan tekad bulat, ia menyusuri hutan belantara yang dipenuhi jurang dan semak berduri di antara Pos 3 hingga Pos 5. Cuaca cerah jadi sedikit harapan bagi keluarga.


Halaman:

Komentar