Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 06:25 WIB
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan

Binjai – Rabu malam (7/1/2026) lalu, Masjid At Tin di Kota Binjai, Sumatera Utara, ramai didatangi jamaah. Mereka hadir untuk mendengarkan tausiyah dari Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, Pembina Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB). Kedatangannya ke Binjai ini bukan sekadar ceramah biasa. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang Kiai Didin beserta Tim Kemanusiaan RSIB yang akan menuju lokasi bencana di Aceh Tamiang.

Suasana malam itu terasa hangat. Dalam ceramahnya, Kiai Didin banyak berbicara tentang ciri-ciri orang beriman. Menurutnya, orang yang mendapat rahmat dan pertolongan Allah bukan berarti hidupnya bebas masalah. Justru, masalah itu sudah jadi sunnatullah, bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

“Yang membedakan, orang beriman akan diberikan kemudahan di tengah kesulitan yang menghadang,” ujarnya, suaranya tenang namun tegas.

“Percayalah, sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan.”

Lalu, siapa sebenarnya yang akan ditolong Allah? Kiai Didin menyebut beberapa sifat. Di antaranya adalah mereka yang gemar berjamaah, suka bersinergi, dan ringan tangan menolong sesama.

“DNA kaum Muslimin itu ya berjamaah dan bekerja sama. Prinsip ini harus kita terapkan, baik dalam ibadah maupun muamalah,” jelasnya.

“Dengan berjamaah, kita jadi lebih optimis menghadapi tantangan. Shalat berjamaah jangan cuma dilihat sebagai kewajiban, tapi lebih dari itu: sebuah kebutuhan pokok dalam hidup.”

Nah, soal muamalah ini menarik. Kiai Didin menegaskan, muamalah tak akan pernah baik jika ibadahnya sendiri bermasalah. Untuk memperkuat poinnya, beliau mengutip hikmah dari doa minum air zam-zam: meminta ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan kesehatan yang terjaga.


Halaman:

Komentar