“Ilmu yang bermanfaat artinya umat Islam harus cerdas. Jangan mau jadi bodoh, apalagi menghadapi tantangan zaman sekarang,” ungkap Kiai Didin.
“Kita perlu bangun lembaga pendidikan berkualitas. Sekolah yang melahirkan generasi Qur’ani dan calon pemimpin yang punya integritas.”
Kemudian, soal rezeki halal. “Ini berarti kita harus punya kegiatan ekonomi yang halal. Lembaga ekonomi Islam harus dikembangkan untuk kemajuan umat. Potensi zakat juga harus diperkuat, dan budaya infak harus jadi kebiasaan,” tambahnya.
Terakhir, tentang kesehatan. Seorang Muslim, kata dia, harus menjaga kesehatannya. Dan bila sakit, harus ada pihak yang siap mengobati dengan baik.
“Dalam Islam, orang sakit itu pilihannya cuma dua. Kalau sembuh, dia akan lebih semangat beribadah. Kalau meninggal, dia pergi dalam keadaan husnul khatimah,” tandas Kiai Didin.
Usai memberikan pencerahan di Binjai, rencananya Tim Kemanusiaan RSIB akan langsung bergerak. Tujuannya: lokasi hunian sementara di Aceh Tamiang. Sebelumnya, RSIB bersama beberapa mitra seperti IPHI Kota Bogor dan LSDI Guru Sudharmo Medan sudah menginisiasi pembangunan tiga komplek hunian sementara bagi korban banjir di kabupaten tersebut.
Tim yang berangkat nanti terdiri dari sejumlah nama. Di antaranya Dr. Dwi Sudharto (Ketua Yayasan RSIB), Dr. Hambari (Wakil Rektor UIKA), H. Heri Haerudin (Pimpinan IPHI Kota Bogor), serta beberapa tokoh lain seperti Eddy Tasman, H. Adriansyah Armawi, dan H. Heri Hasanuddin.
Artikel Terkait
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara