Profesor Didin Soroti Tantangan Ideologis Umat Islam di Tengah Arus Sekularisasi

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:25 WIB
Profesor Didin Soroti Tantangan Ideologis Umat Islam di Tengah Arus Sekularisasi
Artikel Ulang

Medan Arus sekularisasi yang kian deras dinilai sebagai tantangan serius. Menurut Guru Besar Universitas Ibn Khaldun Bogor, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc, persoalan mendasar yang dihadapi umat Islam justru bersifat ideologis. Intinya, ada jarak yang menganga antara kehidupan sehari-hari dengan ajaran agama yang dianut.

Karena itulah, memiliki cara pandang Islami atau Islamic world view menjadi sangat krusial. "Agama jangan cuma hidup di masjid," tegasnya. Islam, dalam pandangannya, harus nyata terasa dalam keseharian mulai dari urusan sosial, ekonomi, sampai tataran pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan Prof Didin dalam sebuah kuliah umum di SMP IT Al Munadi, Medan, Sumatera Utara, Jumat pekan lalu.

Nah, terkait pendidikan, beliau punya catatan penting. Pendidikan Islam, menurutnya, tak boleh sekadar menjejali murid dengan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, ia harus fokus pada pembentukan akhlak mulia. Inilah pondasi untuk membangun generasi terbaik ke depannya.

"Pendidikan Islam harus melahirkan manusia yang berilmu dan berakhlak. Guru memiliki tugas penting untuk membimbing dan memotivasi anak didik dalam kebaikan," ujarnya.

Dalam paparannya, tujuan utama pendidikan Islam adalah membentuk pribadi yang tak hanya cerdas, tapi juga punya akhlak karimah dan bermanfaat luas bagi masyarakat. Peran guru pun jadi kunci bukan cuma sebagai pengajar, melainkan juga motivator yang mengajak siswa menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya.

Prof Didin lalu merinci tiga langkah praktis dalam mendidik generasi. Pertama, soal pembiasaan. Misalnya, mengajarkan shalat sejak dini, saat anak sudah bisa membedakan kanan dan kiri.

Kedua, keteladanan. Di sini, guru dan orang tua wajib menjadi contoh nyata. Perilaku baik dari mereka akan lebih mudah diserap dan ditiru oleh anak-anak.

"Dan yang ketiga, penerapan reward dan punishment," jelasnya. Maksudnya, beri apresiasi pada anak yang berprestasi, dan berikan sanksi yang mendidik bagi yang melanggar aturan.

Di sisi lain, ia juga menegaskan peran umat Islam sebagai khalifah di bumi. Untuk menjalankan peran itu, penguatan di berbagai bidang mutlak diperlukan mulai dari ilmu pengetahuan, kebersamaan, ekonomi, hingga politik tentu saja dengan berpedoman pada aturan Allah SWT.

Kuliah umum itu sendiri dihadiri para guru dan pengurus yayasan SMP IT Al Muladi. Tujuannya jelas: memperdalam pemahaman tentang pola pendidikan Islami, sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar