Erasmus Nagi Noi
TVRINews, NTT
Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur akhirnya mulai bergulir serius. Mesin KONI provinsi itu mulai dipanaskan, tepatnya dalam sebuah rapat strategis yang digelar di kantornya, Senin (23/2/2026) lalu. Rapat yang berlangsung hingga larut malam itu membahas dua hal krusial: kondisi venue dan target medali yang cukup ambisius.
Di sisi lain, tantangan di lapangan ternyata tidak kecil. Hasil evaluasi awal terhadap sarana dan prasarana olahraga di NTT, baik di Kota Kupang maupun kabupaten lain, menunjukkan gambaran yang kurang ideal.
“Hampir semua venue butuh renovasi besar-besaran,” ujar Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang memberikan arahan secara daring.
Ia menegaskan, pembenahan infrastruktur ini adalah prioritas mutlak. Tujuannya jelas: agar NTT bisa tampil sebagai tuan rumah yang profesional dan kompetitif ketika pesta olahraga empat tahunan itu digelar.
Lalu, ada soal target. NTT membidik 37 medali emas. Sebuah angka yang, jujur saja, sangat tinggi. Apalagi waktu yang tersisa untuk mempersiapkan atlet benar-benar terbatas. Hitung-hitungan efektifnya cuma sekitar 24 bulan dari sekarang.
Karena itu, dalam rapat tersebut, baik Ketua maupun Wakil Ketua Umum KONI NTT meminta semua pengurus cabang olahraga segera bergerak cepat. Pemetaan atlet, pemusatan latihan, hingga program pembinaan berjenjang harus segera dirancang dan dijalankan.
Namun begitu, komitmen pendanaan tampaknya mulai jelas. Pemerintah Provinsi NTT dikabarkan telah menyiapkan anggaran khusus dari APBD untuk persiapan PON ini. Totalnya mencapai Rp250 miliar, yang akan dicairkan secara bertahap mulai tahun ini. Kabupaten dan kota diimbau untuk ikut mengalokasikan dana pendukung, agar pembinaan atlet bisa berjalan maksimal tanpa kendala biaya.
Langkah anggaran ini tentu menjadi sinyal positif. NTT terlihat serius, bukan cuma jadi tuan rumah, tapi juga meraih prestasi. Tapi ya, jalan masih panjang. Dengan target tinggi dan waktu yang terus bergulir, KONI NTT jelas sedang berpacu dengan detik.
Rapat strategis itu sendiri dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTT yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KONI NTT, Johni Asadoma. Hadir dalam pertemuan itu jajaran pengurus lengkap, mulai dari Wakil Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, para Ketua Bidang, hingga perwakilan KONI kabupaten/kota se-NTT. Sebagian mengikuti via Zoom.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Menteri Agama Konfirmasi Presiden Prabowo Serahkan Hewan Kurban ke Istiqlal, Total Anggaran Capai Rp100 Miliar
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Petugas Terkendala Cuaca Panas dan Minim Air
Remaja 19 Tahun di Makassar Ditangkap Usai Mengamuk di TKP Pembunuhan Siswi SD
BPIP Bantah Diskriminasi dalam Seleksi Paskibraka Nasional, Tegaskan Proses Berjalan Profesional