jelasnya.
Menyadari situasi yang unik ini, ASDP pun tak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, terutama untuk menyambut puncak arus mudik Lebaran nanti.
"Secara operasional kami selalu siap, bahkan di hari biasa. Namun menjelang Lebaran, penguatan dilakukan melalui ramp check, memastikan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, penambahan trip, serta optimalisasi pelabuhan alternatif,"
lanjut Partogi.
Intinya, keselamatan dan kenyamanan penumpang jadi prioritas utama. Pengalaman selama Nataru ini juga akan jadi bahan evaluasi berharga untuk menyambut Angkutan Lebaran 2026.
Nah, memasuki Sabtu (3/1) atau H 9, geliat arus balik mulai terasa. Posko Bakauheni mencatat, ada 106 trip kapal yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Hasilnya, total penumpang yang menyeberang lewat tiga pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.131 orang. Angka ini naik 11,5% dari tahun sebelumnya. Semua jenis kendaraan juga mengalami kenaikan, mulai dari roda dua yang melonjak 41,1%, hingga bus yang naik 25,6%. Tanda bahwa meski pelan, arus tetap bergerak.
Artikel Terkait
Ramadan Menjelang, Pemulihan Aceh Didorong Serentak
Densus 88 Ungkap 70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan, Ini 6 Ciri yang Patut Diwaspadai
Kejagung Datangi Ditjen Planologi, Kemenhut Tegaskan Hanya Pencocokan Data Kasus Lama
Australia Desak Warganya di Iran: Segera Pergi, Situasi Makin Memburuk