Arus balik akhir tahun memang masih berlangsung. Tapi kalau dilihat, polanya tahun ini agak berbeda. Tidak ada lonjakan signifikan seperti dulu-dulu. Pergerakan masyarakat terbilang moderat, dengan distribusi perjalanan yang cukup merata sepanjang masa Nataru.
Menurut Bunga Herlina Oktaviyanti, Direktur Keuangan ASDP, karakteristik libur Nataru 2025/2026 memang punya corak tersendiri. Salah satu faktornya jelas: jaraknya yang terlalu mepet dengan bulan Ramadhan.
"Jumlah pengguna jasa pada periode ini relatif tidak terlalu signifikan. Selain karena jarak libur yang berdekatan dengan Ramadhan dan libur sekolah di bulan puasa, masyarakat juga mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem, sehingga sebagian memilih menunda perjalanan dan fokus pada mudik Lebaran,"
ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1/2025).
Secara angka, pergerakannya tetap ada. Dari H-10 sampai H 9, penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa lewat Bakauheni naik tipis 1 persen dibanding tahun lalu, jadi 647.898 orang. Kendaraannya malah naik 4,2 persen, mencapai 161.695 unit. Angka ini sekadar bukti bahwa mobilitas dan logistik tetap jalan, meski ritmenya lebih pelan dan terukur.
Di sisi lain, ada faktor eksternal yang turut mempengaruhi. Partogi Tamba, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, menyoroti hal ini.
"Terjadinya bencana di beberapa wilayah Sumatera juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan, sehingga pergerakan menjadi lebih selektif,"
jelasnya.
Menyadari situasi yang unik ini, ASDP pun tak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, terutama untuk menyambut puncak arus mudik Lebaran nanti.
"Secara operasional kami selalu siap, bahkan di hari biasa. Namun menjelang Lebaran, penguatan dilakukan melalui ramp check, memastikan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, penambahan trip, serta optimalisasi pelabuhan alternatif,"
lanjut Partogi.
Intinya, keselamatan dan kenyamanan penumpang jadi prioritas utama. Pengalaman selama Nataru ini juga akan jadi bahan evaluasi berharga untuk menyambut Angkutan Lebaran 2026.
Nah, memasuki Sabtu (3/1) atau H 9, geliat arus balik mulai terasa. Posko Bakauheni mencatat, ada 106 trip kapal yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Hasilnya, total penumpang yang menyeberang lewat tiga pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.131 orang. Angka ini naik 11,5% dari tahun sebelumnya. Semua jenis kendaraan juga mengalami kenaikan, mulai dari roda dua yang melonjak 41,1%, hingga bus yang naik 25,6%. Tanda bahwa meski pelan, arus tetap bergerak.
Artikel Terkait
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Korban Sipil Berjatuhan
Indonesia Amankan Penurunan Tarif Ekspor ke AS, Sejumlah Komoditas Bebas Bea
Video Viral Alumni LPDP Sebut Cukup Saya yang WNI, Anak Jangan Picu Sorotan
Festival Imlek Nusantara 2026 Tawarkan Hiburan Gratis hingga Layanan Kesehatan di Lapangan Banteng