MURIANETWORK.COM - Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah perbatasan Afghanistan, menargetkan posisi-posisi yang diduga dihuni kelompok militan. Serangan yang terjadi pada Sabtu malam (21/2/2026) ini dilaporkan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk anak-anak. Operasi militer ini disebut sebagai respons atas insiden bom bunuh diri yang baru-baru ini terjadi di Pakistan, dan menjadi eskalasi paling signifikan sejak bentrokan perbatasan Oktober lalu.
Target Operasi dan Klaim Pemerintah
Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan, serangan udara tersebut difokuskan pada tujuh lokasi di sepanjang perbatasan. Sasaran operasi ini adalah kelompok Taliban Pakistan beserta sekutu-sekutunya, termasuk afiliasi dari organisasi Negara Islam (IS). Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa serangan ini merupakan tindakan balasan terhadap ancaman keamanan yang bersumber dari wilayah Afghanistan.
“Militer menargetkan Taliban Pakistan dan sekutunya, serta afiliasi dari kelompok Negara Islam,” jelas pernyataan resmi dari Kementerian Informasi dan Penyiaran.
Korban Sipil dan Tanggapan Afghanistan
Di sisi lain, otoritas Afghanistan memberikan narasi yang sangat berbeda. Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan bahwa serangan tersebut justru menelan korban dari kalangan warga sipil yang tidak bersalah. Madrasah dan sejumlah rumah di provinsi Nangarhar dan Paktika disebut menjadi sasaran, mengakibatkan puluhan orang tewas dan terluka, di antaranya wanita dan anak-anak.
Laporan dari lapangan di distrik Bihsud, Nangarhar, menggambarkan suasana duka dan upaya penyelamatan yang darurat. Warga dari daerah sekitar berbondong-bondong membantu tim penyelamat yang berusaha mengeluarkan korban dari bawah reruntuhan. Alat berat seperti ekskavator hingga sekop tangan digunakan dalam proses evakuasi yang penuh tekanan.
“Orang-orang di sini adalah orang biasa. Penduduk desa ini adalah kerabat kami. Ketika pemboman terjadi, seorang yang selamat berteriak meminta bantuan,” tutur seorang tetangga, Amin Gul Amin (37), menggambarkan kepanikan saat kejadian.
Kondisi di Lokasi Serangan
Polisi setempat di Nangarhar mengonfirmasi bahwa serangan berlangsung sekitar tengah malam dan melanda tiga distrik berbeda. Korban jiwa dari kalangan sipil tidak terhindarkan, dengan satu insiden tragis di mana satu rumah mengakibatkan 23 anggota keluarga tewas.
“Warga sipil tewas. Di satu rumah, ada 23 anggota keluarga. Lima orang yang terluka telah dievakuasi,” ungkap juru bicara polisi Nangarhar, Sayed Tayeeb Hammad.
Insiden ini kembali menyoroti kompleksitas dan kerapuhan situasi keamanan di wilayah perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan. Sementara masing-masing pihak memiliki klaimnya sendiri, dampak humaniter yang langsung dirasakan oleh masyarakat sipil menjadi catatan kelam dari eskalasi ketegangan ini.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Enam Desa di Bima Akibat Hujan Dua Hari Berturut-turut
Warga Bener Meriah Tewas Diduga Diinjak Gajah Sumatra di Kebun Jagung
Formasi Desak Relaksasi Regulasi dan Penindakan Rokok Ilegal untuk Dongkrak Penerimaan Negara
Gerindra Sumut Bagikan 1.000 Takjil dan Nasi Kotak Gratis Setiap Hari Ramadan