Menurutnya, kontribusi KH Amal melalui pemikiran dan perjuangannya sangat besar dalam memperkuat peran pesantren. Namun begitu, di balik ketokohan itu, ia dikenal sangat dekat dan rendah hati. “Beliau sering memberi masukan kepada para alumni. Gontor dan Indonesia benar-benar kehilangan,” tambahnya.
Pandangan senada disampaikan Hamid Fahmi Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor. Ia menegaskan peran besar almarhum dalam memperjuangkan payung hukum bagi pesantren.
Usai prosesi shalat jenazah, suasana hening kembali menyelimuti. Jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi kemudian dibawa ke peristirahatan terakhirnya. Dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor, ia pergi meninggalkan warisan yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Menangis Saat Akui Keterlibatan dalam Jaringan Narkoba Rutan Salemba
Dapur Gizi di Sragen Dipaksa Pindah Usai Berdampingan dengan Kandang Babi
Generasi Z Paling Kencang Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD
SPPG di Sragen Dipindahkan Usai Protes Berdampingan dengan Peternakan Babi