Menurutnya, kontribusi KH Amal melalui pemikiran dan perjuangannya sangat besar dalam memperkuat peran pesantren. Namun begitu, di balik ketokohan itu, ia dikenal sangat dekat dan rendah hati. “Beliau sering memberi masukan kepada para alumni. Gontor dan Indonesia benar-benar kehilangan,” tambahnya.
Pandangan senada disampaikan Hamid Fahmi Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor. Ia menegaskan peran besar almarhum dalam memperjuangkan payung hukum bagi pesantren.
Usai prosesi shalat jenazah, suasana hening kembali menyelimuti. Jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi kemudian dibawa ke peristirahatan terakhirnya. Dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor, ia pergi meninggalkan warisan yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Takut Hadapi Sidang Pencemaran Nama Baik
Polisi Cakung Tangkap Pelaku Pembacokan di Kampung Pedaengan dalam Kurang dari Dua Jam
Presiden Prabowo Segera Lantik Hakim MK Baru Pekan Ini
Rey Malawat Bantah Semua Tuduhan Istri dalam Kasus Pernikahan Sesama Jenis