Jelasnya.
Pandangannya ini mungkin juga muncul melihat realita yang ada. Banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus hukum jadi catatan sendiri baginya. Viktor menilai persoalan integritas ini tak bisa hanya dibebankan ke pundak individu calon. Sistem politik yang mahal dan kompetitif secara tidak sehat, menurutnya, juga turut andil menciptakan masalah.
Ungkapnya.
Namun begitu, dia mengingatkan satu hal penting. Perbedaan pandangan soal sistem pilkada ini jangan sampai malah memicu polarisasi dan merusak persatuan. Stabilitas politik dan kelanjutan pembangunan daerah harus tetap jadi prioritas bersama.
Pungkasnya.
Pada akhirnya, Viktor berharap demokrasi apapun bentuknya, harus mampu melahirkan kepemimpinan daerah yang stabil dan bertanggung jawab. Sistem yang ada harus bisa mencegah kekuasaan menjauh dari kepentingan rakyat biasa.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang
Sidang Perdana Tiga Prajurit Kopassus Terkait Pembunuhan Kepala Bank
Arus Tol Menuju Jakarta Padat Usai Libur Panjang Paskah
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%