Gelombang Ketiga Bantuan Akpol 1990 Capai 57 Ton untuk Korban Aceh Tamiang

- Minggu, 21 Desember 2025 | 10:20 WIB
Gelombang Ketiga Bantuan Akpol 1990 Capai 57 Ton untuk Korban Aceh Tamiang

Bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang terus mengalir. Kali ini, giliran Alumni Akademi Kepolisian Angkatan 1990, Batalyon Dhira Brata, yang kembali mengirimkan logistik. Ini adalah gelombang ketiga, dan dengan begitu, total bantuan yang mereka kirim sudah mencapai 57 ton lebih.

Kalau dihitung-hitung, sumbangan yang sudah masuk ke daerah terdampak itu cukup banyak. Ada beras puluhan ton, ribuan dus mi instan, minyak goreng, air mineral, sampai susu. Yang menarik, perhatian juga diberikan pada kelompok rentan, dengan puluhan ribu perlengkapan bayi dan kebutuhan dasar lainnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

"Bantuan yang masuk ini sangat berarti bagi masyarakat Aceh Tamiang, terutama warga terdampak banjir bandang dan kelompok rentan. Pemerintah daerah memastikan seluruh bantuan akan disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kami mendoakan agar seluruh amal kebaikan ini menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan bagi semua pihak," ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Di sisi lain, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, yang mewakili alumni Akpol 1990, memastikan proses distribusi berjalan aman dan terkoordinasi. Rupanya, upaya bantuan ini sudah dimulai sejak awal Desember lalu.

Tahap pertamanya digelar pada 3 Desember. Saat itu, bantuan seperti beras, mi, dan minyak goreng diangkut menggunakan Kapal KN Berhala untuk mempercepat pengiriman. Ada juga dukungan spontan dari warga Aceh Tamiang yang tinggal di Medan, berupa popok, roti, dan biskuit.

Tak berhenti di situ, lima hari kemudian, tepatnya 8 Desember, enam truk logistik kembali meluncur dari Kargo Kualanamu menuju Aceh Tamiang. Itu adalah bantuan tahap kedua, berisi lagi beras dan mi instan dalam jumlah besar, dengan dikawal petugas kepolisian sepanjang perjalanan.

Nah, yang terbaru adalah penyaluran gelombang ketiga pada Sabtu, 20 Desember. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kapolres setempat kepada Bupati. Fokusnya jelas: memenuhi kebutuhan paling mendesak bagi bayi dan keluarga korban. Isinya pun spesifik, seperti pampers yang mencapai puluhan ribu buah, susu bayi, selimut, dan kelambu.

Dari rangkaian aksi ini, terlihat jelas bahwa upaya bantuan dilakukan bertahap dan berkelanjutan. Polri seakan ingin menegaskan, kehadiran mereka bukan cuma soal keamanan. Tapi juga tentang respons kemanusiaan yang cepat, sinergi yang kuat untuk pemulihan, dan upaya nyata meringankan beban saudara-saudara di Aceh Tamiang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar