Namun begitu, ada narasi lain yang muncul. Kelompok Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Oslo punya cerita berbeda. Menurut laporan Reuters yang mengutip mereka, Keshavarz sebenarnya adalah mahasiswa arsitektur berusia 27 tahun.
Kelompok HAM itu menyatakan hukuman mati dijatuhkan atas dasar pengakuan yang didapat lewat penyiksaan.
Latar belakangnya memang panas. Sejak konflik terbuka dengan Israel memanas pada Juni lalu, pemerintah Iran berjanji akan mempercepat proses hukum bagi siapa pun yang dicurigai berkolaborasi dengan musuhnya itu. Janji itu kini terwujud dalam aksi yang keras.
Bukan kali ini saja. Otoritas Iran tercatat telah mengeksekusi setidaknya sepuluh orang dalam beberapa waktu terakhir, semuanya dengan tuduhan serupa: bekerja sama dengan Mossad.
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diprediksi Masih Dibayangi Hujan, Kemarau Baru Datang April-Mei
Gempa Dangkal 3,0 SR Guncang Gayo Lues di Pagi Buta
Surat Terakhir Bocah SD di Ngada: Uang untuk Buku yang Tak Pernah Terbeli
Warga Jonggol Dikhawatirkan Hanyut Saat Cari Besi di Sungai Cipamingkis