Operasi tangkap tangan KPK di Hulu Sungai Utara berhasil menyita perhatian publik. Dua petinggi Kejari setempat, Kajari Albertinus P Napitupulu dan Kasi Intel Asis Budianto, diamankan dalam OTT tersebut. Langkah tegas KPK ini langsung mendapat respons dari pihak Kejagung.
Di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025), Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyatakan sikap institusinya. Suasana saat itu terasa serius namun terkendali.
"Kita akan menghormati setiap proses hukum dan kita tidak akan mengintervensi," tegas Anang.
Menurutnya, Kejaksaan Agung sama sekali tak berniat ikut campur. Justru, momen ini dianggapnya sebagai kesempatan untuk introspeksi. "Silakan lakukan dan ini momentum untuk benah-benah di kita," ujarnya lagi. Meski begitu, Anang mengaku belum mendapat rincian lengkap soal kasus yang menjerat anak buahnya sendiri. Ia memilih untuk bersikap hati-hati.
"Saya belum dapat informasi. Kita tunggu rilis resmi saja dari KPK," kata dia, mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu proses hukum berjalan.
Di sisi lain, Anang tak lupa menyoroti kinerja banyak jaksa lain yang tetap berintegritas. Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga sikap dan nama baik korps.
"Bagaimana teman-teman yang lain sudah berusaha bekerja keras, menjaga integritas penanganan perkara-perkara. Seperti anda tahu kan, menjaga sampai ibaratnya rating yang baik, pengembalian kerugian negara yang besar," papar Anang.
Ia melanjutkan, upaya itu tak boleh ternodai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. "Yang tidak menjaga integritas dan tidak menjaga korpsnya dengan baik maupun keluarganya dan institusi," tutupnya. Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat keras bagi internal kejaksaan.
Artikel Terkait
Konflik Iran-AS-Israel Ancam PHK Massal, 10 Perusahaan di Jawa-Banten Terancam Tutup
TNI AL Buka Suara soal Temuan Prajurit Tewas di KRI: Hasil Visum Nyatakan Gantung Diri
Populasi Miliarder Singapura Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat dalam Lima Tahun, Diproyeksikan Tembus 85 Orang pada 2031
PSI Tanggapi Pernyataan JK soal Ade Armando: Semua Pihak Belajar dari Peristiwa Ini