Kasus dugaan keracunan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kian meluas. Kini, jumlah siswa yang jatuh sakit usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 80 orang. Mereka semua kini terbaring di RSUD Waisai untuk mendapatkan perawatan.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengonfirmasi peningkatan angka ini. "Seluruh pasien mendapatkan perawatan intensif di RSUD Waisai," ujarnya.
Ia menyebut sudah turun langsung ke rumah sakit. Tak cuma mengecek kondisi para siswa, Kambu juga sempat berbincang dengan orang tua yang tentu saja dilanda kecemasan. Pemerintah daerah berusaha meyakinkan bahwa penanganan berjalan optimal.
"Layanan kesehatan bagi seluruh korban dilakukan secara terkoordinasi. Kami memastikan seluruh pasien ditangani dengan baik," tegasnya.
Kabarnya, kondisi sebagian besar korban mulai membaik. Bahkan, beberapa di antaranya diperkirakan bisa pulang pada sore hari ini. Ini tentu jadi angin segar di tengah situasi yang mencemaskan.
Di sisi lain, proses penyelidikan terus digenjot. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo, sudah memerintahkan timnya untuk mengusut tuntas kasus ini. Semua mata kini tertuju pada hasil uji laboratorium sampel makanan yang menjadi biang keladi.
Dari pihak pengelola program, Rugaya Alhamid, ada sedikit penjelasan. Ia menyebut dugaan awal penyebabnya masih sangat sementara.
"Dugaan awal bisa saja karena konsumsi berlebih, tapi kami menunggu hasil resmi," beber Gatot mengutip pernyataan pengelola.
Jadi, semua masih menunggu. Hasil lab itulah yang nantinya akan menjawab semua tanda tanya besar ini.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 16,7 Miliar untuk Korban Banjir Langkat
BMKG Tegaskan Potensi Gempa M8,7 di Selatan Jawa, Fokus pada Mitigasi Bukan Prediksi
Mendagri Tito Karnavian: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Hijau Lebih Hemat dari Subsidi Kesehatan
Kejati Banten Geledah Kantor PT ABM Terkait Dugaan Korupsi