Di sisi lain, proses penyelidikan terus digenjot. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo, sudah memerintahkan timnya untuk mengusut tuntas kasus ini. Semua mata kini tertuju pada hasil uji laboratorium sampel makanan yang menjadi biang keladi.
Dari pihak pengelola program, Rugaya Alhamid, ada sedikit penjelasan. Ia menyebut dugaan awal penyebabnya masih sangat sementara.
"Dugaan awal bisa saja karena konsumsi berlebih, tapi kami menunggu hasil resmi," beber Gatot mengutip pernyataan pengelola.
Jadi, semua masih menunggu. Hasil lab itulah yang nantinya akan menjawab semua tanda tanya besar ini.
Artikel Terkait
Aksi Ngamuk dan Kabur Saat Ditilang Lawan Arah di Lebak Bulus
Jokowi Pilih Jalan Damai, Kasus Fitnah Ijazah Ditutup dengan Restoratif Justice
Silaturahmi di Solo, SP3 Terbit untuk Eggi dan Damai
Sulawesi Tengah Diguncang Tiga Gempa Berturut-turut dalam Satu Jam