Di sisi lain, proses penyelidikan terus digenjot. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo, sudah memerintahkan timnya untuk mengusut tuntas kasus ini. Semua mata kini tertuju pada hasil uji laboratorium sampel makanan yang menjadi biang keladi.
Dari pihak pengelola program, Rugaya Alhamid, ada sedikit penjelasan. Ia menyebut dugaan awal penyebabnya masih sangat sementara.
"Dugaan awal bisa saja karena konsumsi berlebih, tapi kami menunggu hasil resmi," beber Gatot mengutip pernyataan pengelola.
Jadi, semua masih menunggu. Hasil lab itulah yang nantinya akan menjawab semua tanda tanya besar ini.
Artikel Terkait
Forum Warga Desak Pemerintah Segera Terbitkan PP Cukai Minuman Berpemanis
Riset Ungkap Mayoritas Aplikasi Bencana Tak Aktif, Pakar Desak Sistem Terpadu
Pemuda Tewas Terlindas Bus Transjakarta Usai Tabrak Pembatas di Gunung Sahari
SMF Nilai Program 3 Juta Rumah Prabowo Belum Signifikan Dongkrak Ekonomi