Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berwarna merah. Pasar saham domestik dibuka dengan sentimen negatif di hari Selasa (30/12).
Tak lama setelah bel dibunyikan, tepatnya pukul 09.01 WIB, indeks tercatat merosot 44,970 poin atau sekitar 0,52 persen ke level 8.599,285. Padahal, pembukaan terjadi di posisi 8.627,400. Sepanjang pergerakan awal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.629,435 dan terendah 8.597,077.
Kalau dilihat dari peta perdagangan, suasana bercampur aduk. Memang, ada 258 saham yang masih mampu menguat. Tapi di sisi lain, tekanan jual tetap terasa dengan 156 saham yang melemah. Sementara itu, tak sedikit pula yang cenderung diam di tempat, sebanyak 241 saham stagnan tanpa perubahan berarti.
Aktivitasnya sendiri cukup ramai. Volume transaksi mencapai 1,708 miliar saham dengan nilai tukar tangan hingga Rp 1,083 triliun. Frekuensi transaksi terjadi 118.667 kali. Dengan kondisi itu, total kapitalisasi pasar bertengger di angka Rp 15.790,687 triliun.
Lalu, bagaimana dengan bursa regional? Rupanya, kondisi Asia pagi ini juga tidak seragam.
Indeks Nikkei 225 di Jepang ikut lesu, turun 0,29 persen. Indeks Shanghai Composite (SSEC) di China juga serupa, melemah 0,13 persen.
Namun begitu, ada juga yang bergerak positif. Hang Seng Index (HSI) Hong Kong mencoba bangkit dengan kenaikan 0,20 persen. Straits Times Index (STI) Singapura bahkan tampak lebih perkasa, naik 0,39 persen.
Jadi, pagi ini IHSG seperti ikut terbawa arus ketidakpastian yang melanda sebagian besar kawasan.
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Kembangkan Hidrogen Hijau dari Panas Bumi untuk Terminal Tanjung Sekong
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi
BWPT Terbitkan Obligasi Rp98 Miliar untuk Perkuat Modal Kerja