Mirae Asset Sekuritas Indonesia baru saja merevisi target harga saham Unilever. Raksasa barang konsumsi itu, belakangan memang sibuk melepas dua unit bisnisnya. Tindakan ini, meski dianggap positif untuk fokus dan neraca, ternyata punya dampak lain.
Analis Mirae, Yodhita Maureen Romindo, melihat pelepasan bisnis es krim dan Sariwangi punya dua sisi. Di satu sisi, bagus untuk penyederhanaan. Tapi di sisi lain, dalam jangka pendek, aksi ini justru bersifat dilutif terhadap laba perusahaan.
Karena itulah, Mirae memilih bersikap lebih hati-hati. Mereka kini memilih untuk menunggu dan melihat dulu. Bukti pemulihan volume penjualan pasca-divestasi itu yang dicari. Alhasil, target harga saham UNVR diturunkan ke level Rp2.200 per saham, dengan rekomendasi trading buy.
"Kami memilih untuk menunggu bukti yang lebih jelas bahwa pemulihan volume, produktivitas, dan perubahan komposisi produk kecantikan atau perawatan tubuh dapat mendorong pertumbuhan EPS yang lebih berkelanjutan," ujar Yodhita dalam risetnya Kamis lalu.
Meski menurunkan target, proyeksi mereka untuk Unilever tahun ini sebenarnya tak buruk-buruk amat. Pendapatan diprediksi tumbuh jadi Rp33,06 triliun, dengan operating profit sekitar Rp4,89 triliun. Angka ini menunjukkan keyakinan bahwa pemulihan volume bisa terjadi.
Namun begitu, risiko tetap mengintai. Pemulihan di tahun 2026 ini dinilai masih bisa lambat. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya kuat, biaya bahan baku yang fluktuatif, dan persaingan di sektor FMCG yang makin ketat jadi tantangan serius. Tahun lalu saja, margin kotor Unilever sempat tertekan gara-gara kurs dan harga CPO.
"Tanpa operasi yang dihentikan, bisnis kini berpijak pada platform yang lebih ramping dengan posisi kas bersih, biaya SG&A yang secara struktural lebih rendah, serta portofolio yang lebih terfokus seiring transisi perusahaan menuju laba pasca-divestasi," jelas Yodhita lagi.
Artikel Terkait
Pemuda Tewas Terlindas Bus Transjakarta Usai Tabrak Pembatas di Gunung Sahari
SMF Nilai Program 3 Juta Rumah Prabowo Belum Signifikan Dongkrak Ekonomi
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar Dingin