Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk tidak memperbolehkan siaran langsung dari persidangan kasus narkotika yang menjerat Ammar Zoni dan lima orang lainnya. Sidang yang digelar di Rutan Salemba itu, Kamis (18/12/2025), memasuki agenda pemeriksaan saksi. Alasan inilah yang membuat majelis hakim melarang tayangan live.
Ketua majelis hakim, Dwi Elyarahma Sulistiyowati, memberikan penjelasan singkat. "Boleh direkam, semua boleh melihat tapi tidak live," ujarnya.
Dia melanjutkan, kekhawatirannya adalah pada saksi-saksi yang belum memberikan keterangan. "Takutnya masih ada saksi yang lain. Dari penasihat hukum masih ada saksi, penuntut umum masih ada saksi. Kita menjaga itu," jelas Dwi. Aturan ini, menurutnya, berlandaskan pada ketentuan hukum acara pidana yang berlaku.
Kasus ini sendiri sudah bergulir cukup lama. Ammar Zoni, mantan artis yang kini berstatus terdakwa, didakwa terlibat dalam jaringan penjualan sabu di dalam Rutan Salemba. Modusnya, sabu yang diterima dari seorang bernama Andre kemudian diedarkan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.
Jaksa menegaskan dakwaan terhadap Zoni dan kelima rekan terdakwanya. Mereka adalah Asep bin Sarikin, Ardian Prasetyo bin Arie Ardih, Andi Muallim alias Koh Andi, Ade Candra Maulana bin Mursalih, dan Muhammad Rivaldi.
"Para terdakwa melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat tanpa hak, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman dengan berat melebihi lima gram," demikian bunyi dakwaan jaksa.
Aktivitas jual beli terlarang itu disebutkan telah berlangsung sejak akhir tahun lalu, tepatnya 31 Desember 2024.
Nah, sidang kemarin punya cerita tersendiri bagi Ammar Zoni. Ini adalah pertama kalinya dia menghadiri persidangan secara fisik. Sebelumnya, semua sidang dilakukannya secara daring dari Lapas Nusakambangan. Untuk keperluan persidangan ini, status tahanannya dipindahkan sementara ke Lapas Narkotika Jakarta. Sidang akan terus berlanjut, meski tanpa sorotan kamera yang menyala secara real-time.
Artikel Terkait
Satpam Perumahan di Bogor Dikeroyok Sekelompok Orang Usai Tolak Dimintai Uang untuk Beli Miras
BNN Amankan Sepuluh WNI di Bandara Soetta Usai Terbang dari Bangkok, Positif Narkotika
Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Remaja Tenggelam di Wisata Apparalang Bulukumba
Analis Keuangan Jerman yang Tepat Prediksi Juara Piala Dunia Tiga Edisi Beruntun Akui Faktor Keberuntungan Lebih Dominan