Seorang karyawati toko material di Kendari, Sulawesi Tenggara, akhirnya berhadapan dengan hukum. Perempuan berinisial HR (47) itu ditangkap polisi setelah terbukti menjual semen milik perusahaan secara diam-diam. Aksi yang berlangsung lama ini diduga menyebabkan kerugian fantastis bagi pemilik toko, FR (50), yang mencapai angka Rp 1,2 miliar.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan hal itu. Dalam keterangannya, ia menyebut nilai kerugian yang diderita korban.
“Korban mengalami kerugian sekitar Rp 1,2 miliar akibat perbuatan pelaku,” jelas Welli.
Lantas, bagaimana aksi ini bisa terbongkar? Semuanya berawal dari kunjungan rutin sang pemilik toko, FR, ke Toko Remaja Jaya Cabang Anduonohu di Jalan Bunggasi, Kecamatan Poasia, pada suatu Sabtu di awal Desember. Saat menengok gudang, ia merasa ada yang aneh. Stok semen terlihat jauh lebih sedikit dari yang seharusnya. Ada yang tidak beres.
Dugaan itu mendorongnya untuk menghubungi anaknya, yang kebetulan bertugas sebagai operator komputer untuk seluruh cabang. Ia meminta pengecekan data stok secara digital. Hasilnya? Menurut sistem, stok semen masih tercatat dalam jumlah besar. Kontras sekali dengan apa yang dilihatnya secara fisik di gudang.
Merasa janggal dengan selisih yang mencolok itu, FR pun bertanya kepada penjaga stok. Dari sana, ia diarahkan untuk menanyakan langsung kepada HR, sang penjaga gudang yang sudah lama bekerja.
“Awalnya pelaku mengelak,” ujar AKP Welliwanto menceritakan kronologi pemeriksaan.
Namun begitu, tekanan dan pertanyaan yang terus menerus rupanya membuat HR tak bisa lagi menyembunyikan kebohongannya. Ia akhirnya luluh dan mengakui perbuatannya. Rupanya, selama ini ia telah menjual semen secara ilegal, tanpa pernah melaporkan penjualan tersebut ke kantor. Transaksi gelap itu berjalan bertahun-tahun, menggerogoti aset perusahaan sedikit demi sedikit hingga kerugiannya membengkak miliaran rupiah.
Artikel Terkait
Menteri HAM Nilai Tudingan Amien Rais ke Prabowo Soal Seskab Langgar HAM, Partai Ummat Balik Serang
Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Tuding Pria Hilang 9 Tahun sebagai Otak Kejahatan
Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha Alami Gizi Buruk dan Gangguan Perkembangan
Tembok Belakang SD di Tebet Barat Roboh Akibat Hujan Deras dan Bangunan Tua, Tak Ada Korban Jiwa