Namun, jalan hidup Yodchanan awalnya berbeda. Dia lebih memilih dunia akademik dan sains. Setelah meraih gelar PhD dalam teknik elektro dari Universitas Texas di Arlington, AS, dia mengabdikan diri sebagai dosen di Departemen Teknik Biomedis Universitas Mahidol, kampus ternama di Thailand.
Bidangnya pun spesifik. Menurut CV yang dirilis partai, pria ini bahkan memegang paten untuk sejumlah perangkat medis inovatif. Sebut saja "kursi roda yang dikendalikan otak" dan "sistem alarm tidur berbasis otak". Karya-karyanya menunjukkan fokusnya pada teknologi yang membantu penyandang disabilitas.
Dunia politik baru disentuhnya pada 2014 silam. Kala itu, dia mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Chiang Mai. Wilayah itu sendiri dikenal sebagai basis kuat keluarga Shinawatra di Thailand utara.
Kini, sepuluh tahun kemudian, langkahnya justru lebih berani. Dari calon legislatif daerah, langsung melompat ke pencalonan perdana menteri. Pheu Thai jelas sedang bertaruh pada wajah baru dengan nama besar di belakangnya. Apakah kombinasi kecerdasan akademik dan warisan politik dinasti ini akan memikat pemilih? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Polri Siapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa untuk Puncak Arus Balik 24 Maret
Warga Indonesia di Prancis Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di KBRI Paris
Naila, Gadis Makassar yang Pernah Haru-Biru Prabowo, Kini Resmi Miliki Rumah Layak Huni
Kardinal Suharyo Sampaikan Selamat Idulfitri kepada Sahabat, Menag Nasaruddin Umar