Ledakan Gas Guncang Dua Kota Iran di Tengah Ketegangan dengan AS

- Minggu, 01 Februari 2026 | 10:48 WIB
Ledakan Gas Guncang Dua Kota Iran di Tengah Ketegangan dengan AS

Sabtu (31/1) pagi, dua kota di Iran diguncang ledakan keras. Bandar Abbas di selatan dan Ahvaz di barat daya menjadi lokasi insiden yang diduga kuat akibat kebocoran gas. Korban jiwa berjatuhan; enam orang dilaporkan tewas dalam dua peristiwa terpisah itu.

Di Bandar Abbas, ledakan mengguncang sebuah bangunan. Sumber pemadam kebakaran setempat dengan cepat menyebut kebocoran gas sebagai biang keladinya. Dua orang meninggal dunia, sementara 14 lainnya menderita luka-luka.

Mohammad Amin Liaqat, sang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, menekankan bahwa penyebab ini masih bersifat sementara.

“Ini (kebocoran gas) adalah penilaian awal. Rekan-rekan saya akan memberikan rincian lebih lanjut dalam beberapa jam ke depan,” ujarnya, seperti dilaporkan Reuters.

Sementara itu, di Ahvaz kota yang berdekatan dengan perbatasan Irak nasib malang serupa menimpa. Ledakan gas terpisah di sana merenggut nyawa empat orang.

Ledakan di Bandar Abbas ini menarik perhatian khusus. Kota itu bukan sembarang tempat; ia adalah rumah bagi pelabuhan peti kemas terpenting Iran. Letaknya yang strategis di Selat Hormuz jalur vital yang dilalui seperlima minyak laut dunia membuat insiden apapun di sana selalu disorot.

Konteksnya pun terasa mencekam. Iran sendiri sedang tidak stabil, baik di dalam negeri maupun di panggung geopolitik. Gelombang protes akibat tekanan ekonomi masih terus bergulir sejak Desember lalu. Di sisi lain, ketegangan dengan Amerika Serikat kembali memanas.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan sebuah armada sedang bergerak ke arah Iran. Ia juga disebut-sebut sedang mempertimbangkan berbagai opsi, tak terkecuali serangan terbatas.

Namun begitu, Trump menyiratkan adanya pembicaraan.

“Iran sedang bernegosiasi, jadi kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump kepada Fox News.

“Anda tahu, terakhir kali mereka bernegosiasi, kita harus melucuti senjata nuklir mereka, tidak berhasil, Anda tahu. Kemudian kita melucutinya dengan cara yang berbeda, dan kita lihat saja apa yang terjadi,” lanjutnya.

Pernyataan Trump ini seakan mendapat sambutan dari pejabat Iran. Ali Larijani, seorang pejabat keamanan senior, menyebut pembahasan kerangka negosiasi dengan AS masih terus berjalan.

Menariknya, sebelum kedua ledakan ini terjadi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sudah melontarkan tuduhan pedas. Ia menuding AS, Israel, dan negara-negara Eropa sengaja memanfaatkan persoalan ekonomi Iran untuk menciptakan ketidakstabilan dan memecah belah bangsa.

Israel pun langsung angkat bicara. Melalui seorang pejabat yang dikutip Reuters, mereka membantah keras keterlibatan dalam kedua ledakan di Bandar Abbas dan Ahvaz.

Ini bukan pertama kalinya Bandar Abbas mengalami musibah serupa. Ingatan masih segar tentang ledakan besar April tahun lalu yang menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari seribu lainnya. Saat itu, hasil investigasi menyimpulkan lemahnya penerapan standar keamanan dan pertahanan sipil sebagai pemicu. Sebuah catatan kelam yang, sayangnya, kembali mengemuka.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler