Ucapannya itu disampaikan pada Rabu, 10 Desember 2025. Hasil lab, kata dia, mendukung kesimpulan tersebut. Tes darah para korban menunjukkan kadar karbon monoksida yang sangat tinggi.
Nyoman melanjutkan penjelasannya. Selain keracunan gas, hampir semua korban juga mengalami luka bakar.
Jadi, kombinasi mematikan itulah yang diduga kuat menjadi pemicu utama. Asap tebal dan gas beracun yang menyebar cepat di gedung, ditambah dengan luka bakar yang diderita, membuat korban tak memiliki banyak kesempatan untuk menyelamatkan diri. Sungguh sebuah skenario yang mengerikan.
Artikel Terkait
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark
Muzani: NU Telah Menjadi Tulang Punggung Bangsa Sebelum Indonesia Lahir
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi, Sjafrie Singgung Kebocoran Rp 5.777 Triliun
Penyidik Riau Gali Ruh Hukum Baru dalam Forum Kolaboratif