Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kopenhagen menuai badai protes. Pemicunya? Pencopotan puluhan bendera mini Denmark yang dipasang di taman di depan gedung mereka. Bukan bendera biasa, tapi bendera yang memuat nama 44 tentara Denmark yang tewas dalam misi di Afghanistan.
Insiden ini terjadi Rabu pagi, 28 Januari. Sebuah video yang beredar menunjukkan staf kedutaan dengan jelas sedang membersihkan taman dari bendera-bendera tersebut. Aksi itu langsung memantik amarah, terutama dari kalangan veteran militer Denmark yang merasa penghormatan untuk rekan-rekan mereka yang gugur telah dinistakan.
Menurut sejumlah saksi, bendera-bendera itu sebenarnya baru dipasang sehari sebelumnya, pada Selasa. Pemasangannya adalah bentuk respons langsung terhadap komentar pedas Presiden AS Donald Trump. Pekan lalu, dalam sebuah wawancara, Trump menyebut pasukan NATO selain AS hanya berada "agak sedikit di belakang, sedikit di luar garis depan" di Afghanistan. Ucapan itu dianggap meremehkan pengorbanan sekutu.
Mereka menegaskan bahwa meski tidak dilarang, barang-barang seperti itu biasanya dibersihkan oleh staf keamanan di akhir shift. Pencopotan bendera Denmark, kata mereka, dilakukan "sesuai dengan kebijakan ini". Alasan resmi lainnya? Bendera-bendera itu dipasang tanpa koordinasi sebelumnya dengan pihak kedutaan.
Artikel Terkait
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang
Remaja Sukoharjo Nyaris Tewas Usai Dibongkarnya Paket Belanja Online
AS Bersiap Merebut Greenland, Bom Waktu Geopolitik di Kutub Utara