Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:40 WIB
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kopenhagen menuai badai protes. Pemicunya? Pencopotan puluhan bendera mini Denmark yang dipasang di taman di depan gedung mereka. Bukan bendera biasa, tapi bendera yang memuat nama 44 tentara Denmark yang tewas dalam misi di Afghanistan.

Insiden ini terjadi Rabu pagi, 28 Januari. Sebuah video yang beredar menunjukkan staf kedutaan dengan jelas sedang membersihkan taman dari bendera-bendera tersebut. Aksi itu langsung memantik amarah, terutama dari kalangan veteran militer Denmark yang merasa penghormatan untuk rekan-rekan mereka yang gugur telah dinistakan.

Menurut sejumlah saksi, bendera-bendera itu sebenarnya baru dipasang sehari sebelumnya, pada Selasa. Pemasangannya adalah bentuk respons langsung terhadap komentar pedas Presiden AS Donald Trump. Pekan lalu, dalam sebuah wawancara, Trump menyebut pasukan NATO selain AS hanya berada "agak sedikit di belakang, sedikit di luar garis depan" di Afghanistan. Ucapan itu dianggap meremehkan pengorbanan sekutu.

"Bendera, spanduk, papan penanda, dan barang-barang lainnya terkadang ditinggalkan di dekat kedutaan setelah unjuk rasa," begitu penjelasan Kedubes AS kepada AFP.

Mereka menegaskan bahwa meski tidak dilarang, barang-barang seperti itu biasanya dibersihkan oleh staf keamanan di akhir shift. Pencopotan bendera Denmark, kata mereka, dilakukan "sesuai dengan kebijakan ini". Alasan resmi lainnya? Bendera-bendera itu dipasang tanpa koordinasi sebelumnya dengan pihak kedutaan.

Namun begitu, penjelasan itu tak cukup meredakan kekecewaan. Bagi banyak orang Denmark, ini bukan sekadar soal prosedur. Ini soal rasa hormat. Memasang bendera yang menyandang nama para prajurit yang gugur dilihat sebagai simbol penghargaan yang sangat personal dan mendalam.

Di sisi lain, aksi pencopotan yang cepat itu justru memberikan narasi yang berbeda. Seolah mengkonfirmasi sentimen dingin yang dirasakan banyak pihak pasca komentar Trump. Kritik dari veteran Denmark pun bergema keras, menyoroti betapa luka lama tentang pengorbanan di medan perang ternyata masih sangat perih.

Nuansa diplomatik pun jadi agak runyam. Insiden kecil di sebuah taman bunga itu, pada akhirnya, menyiratkan ketegangan yang lebih besar. Tentang penghargaan, tentang aliansi, dan tentang bagaimana sebuah tindakan administratif bisa diterjemahkan sebagai sikap politik.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler