Zulfa Mustofa Ditunjuk Pimpin PBNU, Harapkan Konflik Internal Segera Berakhir

- Rabu, 10 Desember 2025 | 03:30 WIB
Zulfa Mustofa Ditunjuk Pimpin PBNU, Harapkan Konflik Internal Segera Berakhir

Konflik internal yang sempat ramai dibicarakan publik di tubuh PBNU diharapkan menemui titik terang. Harapan itu disampaikan langsung oleh Zulfa Mustofa, yang baru saja ditetapkan sebagai Penjabat Ketua Umum. Ia berharap langkah ini bisa mengakhiri ketidakpastian yang melanda organisasi tersebut.

“Saya berharap dengan ditunjuknya saya dalam forum pleno ini sebagai Pejabat Ketua Umum, ketidakpastian itu selesai,” ujar Zulfa.

Pernyataannya disampaikan usai rapat pleno di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) lalu.

Menurutnya, rapat yang berlangsung hingga malam itu dihadiri oleh tokoh-tokoh penting PBNU. Proses pengambilan keputusannya pun digambarkannya matang, dengan mempertimbangkan banyak aspek. “Kita lihat di sini hadir semua tokoh-tokoh besar. Rais Aam kita lengkap ditemani dua Wakil Rais Aam,” jelas Zulfa.

Ia bahkan menyebut para pimpinan itu sebagai ‘Tri Tunggal’ yang tegar dalam mengambil keputusan. “Sampai pada malam hari ini, kemudian saya ditetapkan sebagai Pejabat Ketua Umum,” tambahnya.

Tak hanya itu, suasana rapat juga diwarnai kehadiran figur simbolis. “Di sini juga hadir, sebagaimana rekan-rekan pers lihat, saksikan: hadir putri pendiri Nahdlatul Ulama...”

Zulfa mengakui, hadirin yang datang sangat banyak dan beragam, termasuk perwakilan PWNU. Ia mengaku tak bisa menyebut satu per satu. Namun, dari kerumunan itu, ada satu tekad yang sama: persatuan.

“Ini menunjukkan... bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu. Untuk melanjutkan khidmah Jam'iyah di abad keduanya,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Zulfa menyampaikan janji untuk memikul amanah barunya dengan penuh kehati-hatian. Nada bicaranya rendah, namun terdengar jelas.

“Saya akan, saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri.”

Ia menutup dengan merendah. “Karena Tanfidziyah adalah santri. Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU.”

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar