Zulfa mengakui, hadirin yang datang sangat banyak dan beragam, termasuk perwakilan PWNU. Ia mengaku tak bisa menyebut satu per satu. Namun, dari kerumunan itu, ada satu tekad yang sama: persatuan.
“Ini menunjukkan... bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu. Untuk melanjutkan khidmah Jam'iyah di abad keduanya,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Zulfa menyampaikan janji untuk memikul amanah barunya dengan penuh kehati-hatian. Nada bicaranya rendah, namun terdengar jelas.
“Saya akan, saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri.”
Ia menutup dengan merendah. “Karena Tanfidziyah adalah santri. Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU.”
Artikel Terkait
Kemenhub Tegaskan Pembatasan Truk Tetap Berlaku Saat Arus Balik Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026 Pecahkan Rekor, 270 Ribu Kendaraan Padati Tol Utama
Longsor Putuskan Akses Jalan ke Komunitas Adat Sikundo di Aceh Barat
Gubernur DKI: Konser 1000 Bedug di Bundaran HI Perkuat Harmoni Sosial