Zulfa mengakui, hadirin yang datang sangat banyak dan beragam, termasuk perwakilan PWNU. Ia mengaku tak bisa menyebut satu per satu. Namun, dari kerumunan itu, ada satu tekad yang sama: persatuan.
“Ini menunjukkan... bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu. Untuk melanjutkan khidmah Jam'iyah di abad keduanya,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Zulfa menyampaikan janji untuk memikul amanah barunya dengan penuh kehati-hatian. Nada bicaranya rendah, namun terdengar jelas.
“Saya akan, saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri.”
Ia menutup dengan merendah. “Karena Tanfidziyah adalah santri. Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU.”
Artikel Terkait
Maling Nyasar dari Balkon Hotel, Terperosok ke Ventilasi Rumah
Peringatan MSCI dan Tantangan Reformasi Pasar Modal di Era Prabowo
Letjen Richard Tampubolon Desak Huntara Segera Rampung, Tinjau Langsung Tiga Kabupaten Terdampak Banjir
Diduga Serangan Jantung, Pria Tewas di Dalam Mobil yang Terparki Seharian di Bahu Tol Cikampek