HARIAN, MAKASSAR PSM Makassar tampaknya belum puas. Meski Luka Cumic sudah resmi berseragam merah, suasana di kantor manajemen Juku Eja masih ramai. Ada sinyal kuat bahwa mereka belum berhenti berburu. Targetnya? Satu penyerang asing lagi.
Isyarat itu makin kentara setelah negosiasi dengan Gervane Kastaneer buntu. Striker Timnas Curacao itu sempat jadi incaran utama, tapi urusan teknis dan finansial bikin deal itu mentok di tengah jalan. Namun begitu, kegagalan ini justru memacu mereka untuk mencari opsi lain. Ruang di skuad pun disiapkan.
Cumic Datang, Tapi Bukan Akhir Cerita
Luka Cumic, striker Serbia 24 tahun, kini sudah terdaftar resmi. Namanya muncul di situs I.League sejak Minggu lalu, jadi dia siap turun melawan Semen Padang. Dengan postur 190 cm dan nomor punggung 99, dia diharapkan bisa mengobati masalah klasik PSM: kurang tajam di depan gawang.
Nilai pasarnya sekitar Rp6,08 miliar, menjadikannya pemain termahal kedua di skuad setelah Yuran Fernandes. Tapi, satu hal yang mulai jelas: kedatangan Cumic bukanlah rekrutan penutup. Bursa masih panas.
Pelatih Tomas Trucha beberapa kali memberi kode. Dia bilang, komposisi pemain asing belum final. Yang dia utamakan adalah keseimbangan dan kontribusi nyata, bukan sekadar nama besar.
Dengan aturan pemain asing yang ketat, logikanya sederhana: kalau striker baru masuk, berarti satu pemain asing lain harus angkat kaki. Sumber internal bilang, evaluasi sedang berjalan ketat. Beberapa nama asing yang kontribusinya dianggap minim atau tak cocok dengan skema Trucha, posisinya mulai goyah. PSM tampaknya tak mau mengulang kesalahan paruh musim lalu: bertahan terlalu lama dengan komposisi yang kurang produktif.
Bergerak Diam-diam
Cara PSM mendatangkan Cumic patut dicatat. Tanpa rumor berlebihan, tanpa kebocoran. Tiba-tiba saja namanya muncul dan langsung diumumkan. Pola senyap ini rupanya masih berlanjut.
Menurut informasi yang beredar, mereka masih menyisir pasar untuk striker asing dengan profil berbeda. Mereka butuh yang lebih matang, berpengalaman, dan bisa langsung memberi dampak. Jadwal padat ke depan membuat kebutuhan ini makin mendesak.
Dalam video perkenalannya, Cumic tampil sederhana. Dia mengenakan jersey PSM, simulasi tanda tangan, lalu mengucap satu kalimat pendek.
“Saya Luka Cumic. Ewako!”
Kalimat itu langsung memikat suporter. Tapi pesannya jelas: ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah babak baru.
Menunggu Kejutan
Nomor 99 di punggung Cumic membawa harapan, sekaligus tekanan. Tapi manajemen PSM paham, beban mencetak gol tak bisa ditumpahkan ke satu orang saja. Kegagalan dapat Kastaneer jadi pelajaran berharga. Mereka tak mau gegabah.
Opsi lain disiapkan. Slot asing dihitung ulang. Evaluasi terus berjalan. Sekarang, publik Makassar hanya bisa menunggu dan bertanya-tanya: siapa yang akan datang berikutnya, dan siapa yang harus pergi?
Satu hal yang pasti: PSM Makassar belum selesai di bursa transfer. Masih ada kejutan yang menunggu.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares