"Anak-anak ini memang butuh. Trauma healing sangat diperlukan untuk menghilangkan ketakutan mereka pasca galodo," kata Asneli.
Harapannya sederhana namun mendalam.
"Mudah-mudahan mereka bisa sembuh. Sekarang ini kalau hujan deras saja atau mendengar suara helikopter, mereka langsung ketakutan. Itu trigger-nya. Kami cuma berharap mereka bisa sekolah dan ikut ujian dengan tenang, seperti biasa lagi," tambahnya.
Dan upaya itu ternyata tak sia-sia. Seorang siswa, dengan polosnya, mengaku senang dengan kegiatan tersebut.
"Saya senang ada bapak-bapak dan ibu polisi yang datang bawa permainan. Jadi lebih tenang, nggak takut lagi. Terima kasih ya," ucapnya riang.
Di balik tumpukan soal ujian dan coretan pensil, ada cerita pemulihan yang perlahan tapi pasti. Sekolah bukan hanya tentang nilai, tapi juga tentang memulihkan rasa aman yang sempat hilang diterjang banjir.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka